Strategi Kemenperin Agar Produk Mamin Laku di Pasar Domestik dan Ekspor

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian tengah melakukan pengembangan inovasi dan penerapan standar keamanan produk makanan dan minuman (mamin). Tujuannya tak lain untuk memacu daya saing industri mamin nasional di kancah global, sehingga akan mendorong perluasan pasar ekspor.

"Fokus pengembangan kami untuk industri mamin, yaitu food innovation dan safety agar produknya semakin kompetitif di pasar domestik dan ekspor," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada Pembukaan Pameran Produk Industri Makanan dan Minuman di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (10/10).

Menperin juga menyampaikan, industri mamin merupakan salah satu sektor yang konsisten mengalami pertumbuhan cukup tinggi, bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian gemilang ini tidak terlepas peran dari penyerapan pasar dalam negeri.

"Indonesia dengan memiliki jumlah penduduk sebanyak 258,7 juta orang menjadi pangsa pasar yang sangat menjanjikan. Apabila para pelaku industri mamin kita memanfaatkan potensi pasar tersebut, diyakini kinerja sektor unggulan ini akan tumbuh lebih baik," paparnya.

Diketahui, pada periode Januari-Juni 2017, nilai ekspor produk mamin termasuk minyak kelapa sawit mencapai USD 15,4 miliar, yang membuat neraca perdagangan menjadi positif.