Startup 8villages Luncurkan Aplikasi PETANI melalui RegoPantes Bersama WWF

MONITOR, Jakarta – 8villages, usaha rintisan teknologi meluncurkan sebuah aplikasi yang menghubungkan antara petani dalam komunitas LISA (Layanan Informasi Desa) dengan pakar pertanian yang berasal dari akademis Universitas Gadjah Mada (UGM) dan para praktisi lapangan (penyuluh pertanian) untuk bertukar informasi dan solusi atas permasalahan yang dihadapi petani di lapangan. Aplikasi tersebut diberi nama PETANI.

Dalam rangka merayakan hari Kartini, 8villages juga memperkenalkan program ‘Untukmu Perempuan Indonesia’ melalui platform agri e-commerce RegoPantes yang berkolaborasi dengan World Wildlife Fund (WWF) di Café Panda Graha Simatupang WWF Tower yang efektif selama bulan April 2018.

Aplikasi PETANI memberikan petani kemudahan untuk bertukar informasi dan solusi atas permasalahan yang dihadapi dilapangan seperti menanam dengan efektif hingga cara meminimalisir kegagalan dalam bercocok tanam dan masih banyak lagi. RegoPantes sendiri merupakan agri e-commerce yang diluncurkan pada 23 Oktober 2017 lalu dan menghubungkan petani dengan konsumen dimana petani mendapatkan harga yang pantas sesuai dengan upaya mereka. 

Anita Hesti, Director of Marketing RegoPantes mengatkan sejak pertama kali di luncurkan, agri e-commerce RegoPantes menuai respon positif dari masyarakat termasuk petani yang mulai memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Sementara itu hadirnya aplikasi PETANI sebagai solusi terpadu bagi petani, menjadi wadah bertukar pikiran agar mereka lebih produktif," katanya dalam siaran pers yang diterima MONITOR, Jum’at (6/4).

Dalam program ‘Untukmu Perempuan Indonesia’, RegoPantes bekerjasama dengan Café Panda WWF. Café tersebut menjadi drop point bagi konsumen untuk dapat memilih dan mengambil pesanannya di space display produk yang tersedia. Setiap pembeli perempuan yang membeli produk RegoPantes dengan minimal pembelian 1kg dan bagi pembelian 2kg, pembeli akan mendapatkan paket ekslusif yang berisi buah-buahan segar langsung dari petani di desa.

“Kami senang dapat bekerja sama dengan Café Panda WWF dalam memberikan kemudahan bagi para pembeli kami yang kebanyakan berdomisili di daerah Pasar Minggu. Selain itu, melalui Café Panda kita melakukan downsizing, pembeli kini bisa membeli buah atau sayur di RegoPantes dengan jumlah yang lebih sedikit. Kalau biasanya pembeli bisa membeli di regopantes.com dengan minimal pembelian 4kg, di Café Panda pembeli bisa membeli buah dan sayur dengan jumlah 1kg saja. Hal ini selaras dengan gerakan moral kami ‘membeli itu membantu’ dalam meningkatkan kesejahteraan petani dalam menghubungkan mereka langsung ke pembeli.” tambah Anita Hesti.

Menurutnya, selanjutnya RegoPantes akan terus melakukan inovasi untuk mempermudah pembeli untuk menjangkau produk hasil pertanian langsung dari petani, seperti memilih beberapa tempat sebagai drop point, dan lain-lain.

Sementara itu, Direktur Café Panda WWF Rina mengaku senang karena menjadi bagian dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani di Indonesia.

“Menjadi bagian dari RegoPantes dalam hal meningkatkan kesejahteraan petani adalah hal yang bermakna bagi kami. Kami berharap melalui kerjasama ini dapat memberikan kemudahan bagi para pembeli untuk membeli dan mengambil pesanannya on the spot.” Ungkapnya.

8villages turut berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan petani dengan menjalankan gerakan moral "Membeli Itu Membantu” melalui RegoPantes dimana membeli bahan pangan bukan semata pemenuhan kebutuhan fisik tapi juga memiliki nilai sosial berupa kepedulian.

Selain menawarkan harga murah dibandingkan harga di pasar modern, gerakan moral ini menguntungkan kedua belah pihak baik dari sisi produsen maupun konsumen sekaligus memiliki nilai sosial tinggi.

Gerakan ini juga menghimbau masyarakat agar lebih menghargai kerja keras para petani yang menghasilkan bahan pangan dengan tidak menyiakannya dengan harapan mengundang simpati masyarakat.

8villages juga menyediakan layanan survey lapangan, DataHub.id dimana pengamat industri memiliki akses data relevan untuk mendukung penelitian mereka. Layanan open data yang dapat digunakan secara gratis lewat website DataHub serta layanan private data yang bisa digunakan secara gratis selama periode trial tiga bulan.