Standard Chartered Salurkan Fasilitas Pinjaman Bilateral untuk MPM Finance

MONITOR, Jakarta – Standard Chartered Bank Indonesia dan MPM Finance menjalin kerjasama pemanfaatan term loan facility (pinjaman bilateral) senilai Rp 337 miliar yang dijamin dengan piutang milik MPM Finance. Pendanaan dalam bentuk Kredit berjangka tersebut dimanfaatkan oleh MPM Finance untuk pemenuhan kebutuhan modal kerja Perseroan. Rino Donosepoetro, Chief Operating Officer, Standard Chartered Bank Indonesia mengatakan sejak tahun 2013, pihaknya telah bekerja sama dengan MPM Finance.

"Ini merupakan salah satu bentuk komitmen Bank dalam mendukung pengembangan bisnis klien secara berkesinambungan. Kami berharap dukungan kami dapat membantu MPM Finance dalam meningkatkan kapasitas bisnisnya sebagai perusahaan multifinance terkemuka di Indonesia yang beroperasi di segmen pembiayaan konsumen dan pembiayaan sewa untuk industri. Sinergi ini juga semakin mempertegas komitmen Bank dalam terus menempatkan klien sebagai prioritas utama," katanya di Jakarta, Jumat (13/4).

Fasilitas pinjaman ini merupakan yang kelima kalinya diperoleh MPM Finance dari Standard Chartered dalam bentuk fasilitas term loan maupun kredit sindikasi. Berbeda dengan keempat pinjaman sebelumnya, fasilitas pinjaman bilateral kali ini disalurkan dalam mata uang Rupiah, sebagai bentuk diversifikasi mata uang pendanaan.

Sementara itu, Johny Kandano, Chief Executive Officer, MPM Finance menyampaikan apresias MPM Finance atas dukungan Standard Chartered. “Pendanaan dari pinjaman ini akan digunakan sepenuhnya untuk memenuhi modal kerja perusahaan guna mendukung lini bisnis pembiayaan yang dilakukan oleh MPM Finance, serta menjaga pertumbuhan portofolio pembiayaan yang sehat dengan memaksimalkan potensi pasar otomotif di Indonesia yang terus berkembang. Di samping itu, pinjaman dalam rupiah ini merupakan strategi perusahaan untuk melakukan diversifikasi sumber pendanaan sekaligus memperoleh biaya bunga yang kompetitif,"tambahnya.

“Selain aktif berpartisipasi dalam mendukung agenda-agenda pembangunan Pemerintah Indonesia, salah satu strategi Bank di tahun ini untuk segmen bisnis Corporate & Institutional Banking adalah mendorong pertumbuhan portfolio dengan menyediakan fasilitas asset booking untuk klien kami, salah satunya melalui penyediaan layanan trade finance. Di tahun ini, Bank mentargetkan penyaluran pinjaman (loan growth) agar dapat meningkat sebesar 13 persen untuk segmen Corporate & Insititutional Banking”, tutup Rino.