Sri Mulyani Dorong Transformasi Ekonomi Indonesia dari SDA ke SDM

MONITOR, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan potensi dan tantangan masa depan perekonomian Indonesia serta bagaimana APBN dorong transformasi digital.

"Untuk menjadikan Indonesia negara yang besar di tahun 2030-2045, maka Indonesia harus mampu mentransformasi kekuatan ekonominya yang berbasis pada sumber daya alam menjadi ekonomi yang berbasis pada manajemen sumberdaya manusia," katanya saat menjadi narasumber Seminar Hari Oeang ke 71 dengan tema “2030: Menjadi Kekuatan Baru Ekonomi Dunia Melalui Transformasi Digital dan APBN yang Berdaya Saing” di Jakarta, Kamis (26/10/2017).

Sri Mulyani menegaskan dengan komposisi demografi Indonesia yang didominasi oleh anak muda, diharapkan tercipta inovasi dan kreasi yang mampu meningkatkan perekonomian dalam negeri.

"Generasi milenial ini memiliki tiga karakter yaitu connected atau terhubung, confident atau percaya diri dan creativity atau kreativitas. 
Kalau tiga hal ini dikurung dengan regulasi pemerintah, berarti negara menzalimi mereka (generasi milenial). Pemerintah ingin buat tiga hal ini jadi potensi, bukan disaster, sehingga Indonesia bisa menciptakan suatu aset yang kreatif dan aktivitas ekonomi untuk menuju masyarakat Indonesia yang adil dan makmur,” ujarnya.

Menurut Mantan Direktur IMF tersebut, Negara hadir melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah fokus untuk investasi di sumber daya manusia, seperti mengalokasikan anggaran kesehatan 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), anggaran pendidikan porsinya 20 persen dari PDB, dan anggaran pengentasan kemiskinan. 

“Tugas pemerintah adalah memberikan support, bagaimana titik yang balance dengan digital economy yang berkembang. Platform bisa mengkoneksikan antara pembeli dan penjual, akses kepada financing tujuannya untuk membuat mereka mampu untuk berkembang,” paparnya.