Sinergi Bareng Kanada, ASEAN Masih Dalami Studi Kelayakan

MONITOR, Jakarta – ASEAN semakin diperhitungkan sebagai mitra bisnis dan kerjasama ekonomi oleh sejumlah negara mitra, salah satu diantaranya Kanada. Kemungkinan, kerjasama yang lebih terformat sedang dipelajari melalui studi kelayakan (Joint Feasibility Study/JFS) yang dilakukan oleh Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) dan Global Affair Canada.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo dalam rangkaian pertemuan 2nd Senior Economic Officials' Meeting (SEOM) for 49th ASEAN Economic Ministers pada Sabtu (24/3) di Nusa Dua, Bali.

“Laporan studi kelayakan yang dilakukan oleh ERIA dan Kanada menunjukkan bahwa ASEAN-Canada Free Trade Agreement (FTA) akan membawa manfaat bagi pertumbuhan ekonomi kedua belah pihak. Namun, ASEAN masih perlu melakukan kajian cost benefit secara komprehensif bagi masing-masing Negara anggota ASEAN,” ungkap Iman.

Pelaksanaan studi kelayakan ini merupakan instruksi para Menteri Ekonomi ASEAN dan Kanada pada pertemuan ASEAN Economic Ministers (AEM)-Consultation Canada yang diselenggarakan di Vientiane, Laos, Agustus 2016 lalu.

Studi kelayakan dilakukan untuk mengkaji potensi dan mengeksplorasi manfaat ekonomi ASEAN-Canada FTA. Fokus studi diarahkan pada dampak FTA terhadap produk domestik bruto (PDB) dan ekspor serta impor ASEAN dan Kanada sekaligus juga dampak terhadap ekonomi bilateral negara anggota ASEAN termasuk perdagangan barang, perdagangan jasa, dan investasi dua arah. 

Menurut Iman, hal yang perlu dicermati adalah adanya perbedaan format dan ambisi perjanjian FTA antara ASEAN dan Kanada. ASEAN belum menerapkan isu lingkungan, kesetaraan gender, monopoli, transparansi dan bebas korupsi, serta pengadaan barang/jasa oleh Pemerintah (government procurement) dalam setiap elemen kerja samanya; sedangkan Kanada sudah terlebih dulu menerapkan isu-isu tersebut.

“Hal ini akan menjadi tantangan bagi ASEAN jika harus menerapkan isu-isu itu dalam setiap elemen kerja sama,” imbuhnya.