Sembilan Produk IKM Jadi Prioritas Pengembangan Kemenperin

MONITOR, Jakarta – Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih menyatakan, pihaknya telah merancang langkah strategis untuk memfasilitasi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) bagi IKM di sejumlah daerah.

"Langkah pertama yang saat ini kami lakukan adalah market intelligence untuk mengetahui kondisi target pasar, penentuan produk dan tahap positioning," jelas Gati Wibawaningsih.

Langkah selanjutnya, dikatakan Gati, yakni pengembangan produk dari segi standardisasi dan desain. Setelah itu, dilakukan pendataan beberapa IKM yang potensial masuk ke pasar ekspor dan memberikan grading pada setiap IKM.

"Kami akan memberikan fasilitasi kemudahan ekspor pada KITE IKM, serta memberikan pembiayaan, penjaminan, jasa asuransi, dan jasa konsultasi ekspor," paparnya.

Dalam upaya pengembangan ekspor produk IKM, Ditjen IKM telah menetapkan pengembangan sembilan produk IKM prioritas, antara lain dari industri makanan dan minuman, logam, perhiasan, herbal, kosmetik, fashion, industri kreatif, kerajinan dan furnitur.

Perkembangan ekspor IKM pada periode 2010-2015 terus mengalami kenaikan yang signifikan. Pada tahun 2010 nilai ekspor IKM mencapai angka USD15,51 miliar, pada tahun 2011 mencapai angka USD16,58 miliar, tahun 2012 berada pada angka USD17,59 miliar, tahun 2013 di angka USD18,60 miliar, tahun 2014 berada di angka USD19,61 miliar dan tahun 2015 naik hingga USD26,62 miliar.

Sementara itu, kontribusi nilai ekspor IKM terhadap ekspor industri mengalami kenaikan yaitu di tahun 2010 sebesar 15,83 persen, dan tahun 2015 mencapai 24,60 persen. Sedangkan kontribusi ekspor IKM terhadap ekspor nasional tahun 2010 berada pada 9,83 persen dan terus mengalami peningkatan pada tahun 2015 menjadi 17,44 persen.