Saingi Ritel Modern, HIPMI Jatim Ingin Populerkan Gerakan Pesantrenpreneur

MONITOR, Jakarta – Ketua Umum HIPMI Jawa Timur, Mufti Nurul Anam, mengatakan bahwa Indonesia memiliki sekitar 30 ribu pesantren dengan jumlah santri tak kurang dari lima juta orang. Menurutnya hal tersebut berpotensi untuk menyumbang pertumbuhan perekonomian Indonesia.

"Potensi yang besar itu harus dioptimalkan agar bisa memberikan manfaat yang nyata bagi perekonomian Indonesia," terang Mufti di kantor Kemendag, Jakarta. (9/4).

Mengenai sinergi pesantren, Mufti mengakui bahwa HIPMI pun memiliki program yang diberi nama Pesantrenpreneur. Program ini merupakan bagian dari upaya HIPMI menumbuhkan semangat kewirausahaan di masyarakat. Sebab, seperti diketahui, jumlah penduduk Indonesia yang berwirausaha masih sangat kecil.

Pemerintah mencatat, basis pengusaha di Tanah Air baru mencapai angka 3,4 persen pada 2017. Angka itu jauh di bawah Singapura 7% dan Jepang 11%.

"Kami juga ingin teman-teman santri bisa jadi pengusaha," paparnya.

Oleh karenanya, lewat program Pesantrenpreneur kali ini, HIPMI bersama Aprindo akan mendirikan gerai ritel modern yang bakal dikelola oleh santri di lingkungan pesantren. Gerai ritel modern tersebut akan diberi nama Ummart, yang merupakan kependekan dari ummat dan minimart.

"Kerjasama ini bukan hanya terkait ketersediaan produk. Tapi bagaimana teman-teman di pesantren ini diajari bagaimana manajemen toko yang tepat sehingga mampu bersaing dengan ritel modern," jelas Mufti.