Saat Sektor Lain Inflasi, BPS: Harga Pangan Mentah Alami Deflasi

MONITOR, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa September 2017 di Indonesia terjadi inflasi sebesar 0,13 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 130,08. Rincinannya yakni dari 82 kota IHK, 50 kota mengalami inflasi dan 32 kota mengalami deflasi.

Inflasi tersebut terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yakni kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,34 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,21 persen, kelompok sandang sebesar 0,52 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,16 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 1,03 persen. Kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen.

Untuk bahan makanan mengalami penurunan sebesar 0,53 persen. "Harga pangan mentah mengalami deflasi sebesar 0,53 persen pada bulan September dan komoditas yang menyebabkannya adalah bawang merah, daging ayam, bawang putih, telur dan cabai," kata Kepala BPS Suharyanto dalam konfrensi pers, Senin (2/10).

Sementara itu, target pemerintah inflasi tahun ini mencapai 4,3 persen dan perkiraan Bank Indonesia (BI) memperkiratkan tingkat suku bungan tetap dibawah 4 persen. "Kami berharap inflasi akan terkendali pada bulan Oktober sampai Desember, karena akan banyak perayaan di akhir tahun yang bisa membantu mencapai tarif dalam APBN.

Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,59 persen dengan IHK sebesar 153,62 dan terendah terjadi di mamuju dan Depok sebesar 0,01 persen dengan IHK masing-masing sebesar 129,55 dan 128,56. Deflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,04 persen dengan IHK 128,26 dan terendah terjadi di Tembilahan sebesar 0,01 persen dengan IHK sebesar 133,95.