Rumah dan Kantor Digeledah KPK, Sofyan Basyir Curhat Mau Pensiun

Direktur Utama PLN Sofyan Basir saat ditemui di kantor PLN pusat (dok: Wenti/ Monitor)

MONITOR, Jakarta – Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan setahun kedepan dirinya akan pensiun. Di tengah prestasi yang dicapai PLN selama kiprahnya 3,5 tahun memimpin, Sofyan mengaku ingin pensiun secara “baik-baik”.

Pasalnya, Sofyan tengah menjadi incaran KPK lantaran diduga memiliki keterkaitan dengan kasus suap proyek PLTU Riau 1 yang menyeret nama anggota komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Pada Minggu (15/7) lalu, rumah Sofyan digeledah KPK, kemudian menyusul kantor PLN pusat turut digeledah sehari sesudahnya.

“Setahun lagi saya pensiun dan selama 3,5 tahun ini kami berupaya agar tarif listrik tidak naik,” jelasnya kepada wartawan, Senin (16/7).

Sofyan menceritakan beberapa prestasi PLN selama tiga tahun setengah ini, yaitu di tengah naiknya harga komoditas batu bara yang menjadi sumber energi utama menyalakan pembangkit listrik, PLN berupaya agar tarif tidak naik dan meminta dukungan pemerintah. Mulai dari permintaan agar ada pembatasan harga batu bara untuk yang dijual di dalam negeri hingga efisiensi.

“Inflasi seperti ini, opportunity lost kami besar. Jadi kami yakin negara akan bantu kami yang penting listrik tidak naik dan tidak padam,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan beberapa prestasi yang telah dicapai PLN dalam 3,5 tahun ini seperti rasio elektrifikasi yang naik.

“PLN itu BUMN. Tangan kanan rakyat di tangan kiri negara, apa yang kami lakukan untuk kemaslahatan masyarakat banyak,” kata Sofyan.