Reliance Sekuritas: IHSG Tertekan dikisaran Level 5880-5930

MONITOR, Jakarta – Penguatan IHSG yang dibuka menguat kemarin (23/8/17)  (+0.57%) dengan ditutup kembali break harga tertinggi naik 33.73 poin sebesar +0.57% dilevel 5914.02 dengan volume tertinggi dibulan ini cenderung konsolidatif. Pasalnya, momentum pergerakan dari Indikator Stochastic dan RSI yang jenuh beli memberikan permulaan signal koreksi. Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak tertekan pada perdagangan selanjutnya dengan kisaran level 5880- 5930.

Sektor uatama yang jadi pemimpin penguatan adalah Sektor pertambangan (1.91%) dan Konsumsi (+1.09%). Hal ini dikarenakan Penguatan harga komoditas tambang dan optimisme investor terhadap konsumer menjadi pendorong utama IHSG kelevel tertinggi tahun ini.

Dalam risetnya, reliance sekuritas mengatakan, Agresifitas Bank Indonesia dengan memangkas suku bunga acuan 25bps kelevel 4.50% dari 4.75% tidak mambawa angin optimis yang cukup kuat dimana sektor-sektor unggulan yang dikira mendapat angin positif seperti Property (-0.06%) dan Keuangan (+0.56%) tidak cukup signifikan melakukan pergerakan.

Disisi lain, Investor asing pun tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar 364.87 Miliar rupiah. Leaders: TRAM (+34.55%), OKAS (+34.31%), PGLI (+32.22%) Laggards: TALF (-17.96%), IKBI (-13.15%), PSDN (-10.43%) Pergerakan optimis diperlihatkan IHSG dengan berhasil break out resistance dilevel tertinggi setelah sebelumnya melakukan rebound pada support MA5.

Saham-saham yang masih dapat menjadi perhatian diantaranya JSMR, ACES, PTBA, UNTR, ISAT, LPCK. Nikkei (-0.24%), Topix (-0.12%) memimpin pelemahan bursa saham Asia pagi ini sedangkan Kospi (+0.56%) menguat cukup optimis pada sesi pembukaan. Mayoritas bursa Asia diperkirakan cenderung mixed tertekan. Harga komoditas Nikel (+2.15%) melanjutkan penguatan seiring penguatan harga Timah (+0.86%). Harga minyak mentah WTI (-0.19%) pun terkonsolidasi setelah sebelumnya optimis hingga $48.32 perbarrel