Registrasi Ulang Kartu Prabayar Berakhir, Saham Telkom Tetap Stabil

MONITOR, Jakarta – Jelang penutupan sesi II perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/3) saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berada di zona hijau, dibuka Rp 4.060 perlembar, kini berada pada level Rp 4.070 per lembarnya.

Pergerakan yang terbilang stabil tersebut, sekaligus mematahkan prediksi sejumlah pihak terkait pengaruh registrasi kartu prabayar berbasis NIK dan Nomor KK terhadap saham Telkom, yang diketahui sebagai pemilik mayoritas Telkomsel.

Analis Mirae Asset Sekuritas, dalam kajiannya yang dimuat di website Mirae Sekuritas, Kamis (1/3) mengatakan, kendati registrasi prabayar dikhawatirkan banyak pihak menggerus 190,36 pelanggan Telkomsel pada 2017, namun angka tersebut akan menurun kedepannya.

"Angka yang teregistasi ulang akan naik kedepannya. Nomor tak teregistrasi kemungkinan dari Telkomsel yang menguasai 75 persen pasar luar Jawa. Ini hanya masalah edukasi, jika tahapan blokir terbatas dimulai, pasti banyak pelanggan aware dan melakukan registrasi ulang," papar Giovanni dalam kajiannya.

"Saham milik Telkom tetap direkomendasikan Buy untuk sektor Telco," tulis Geovanni lagi.

Seperti diketahui, sebelumnya Telkomsel, melalu General Manager External Corporate Communicationsnya, Denny Abidin mengatakan, pihaknya akan tetap membuka layanan registrasi prabayar berbasis NIK dan KK walau masa registrasi ulang telah berakhir 28 Februari kemarin. 

Ia menyebutkan pelanggan Telkomsel akan tetap bisa melakukan registrasi sampai dengan masa pemblokiran total kartu yang tak teregistrasi 1 Mei 2018 mendatang.