Ralali.com Bidik Potensi Bisnis Kopi di Yogyakarta

MONITOR, Yogyakarta – Yogyakarta sangat lekat dengan image sebagai kota pelajar dan kota wisata. Kebutuhan yang tak jauh dari kedua sektor tersebut adalah industri horeka (hotel, restoran, kafe) dan lifestyle yang tentu saja terus berkembang dari tahun ke tahun.

Oleh karena itu, menjamurnya kedai kopi di Yogyakarta merupakan bukti pesatnya pertumbuhan industri horeka sebagai pendukung sektor pariwisata dan edukasi.

Pada tahun 2017, jumlah kedai kopi di Yogyakarta dan sekitarnya telah mencapai angka 1200. Angka ini jauh lebih tinggi dari kota-kota besar terdekat seperti Semarang (+/- 700 kedai kopi) dan Solo (+/-400 kedai kopi). Hal ini tak lepas dari perkembangan teknologi digital dalam mempromosikan sekaligus menjalankan bisnis kedai kopi.

Melihat tingginya potensi bisnis kedai kopi di Yogyakarta, Ralali.com bekerja sama dengan Simetri Coffee Roasters Jogja mengadakan workshop bertajuk Coffee Journey: How to Start Business Coffee Shop in Yogyakarta” pada Sabtu, 24 Februari 2018 di Simetri Coffee Roasters.

Workshop tersebut bertujuan untuk melahirkan pebisnis baru yang memanfaatkan teknologi di industri kopi Yogyakarta. Oleh karena itu, workshop diisi dengan pemateri yang sangat mumpuni di bidangnya.

Sebut saja Ferry Adhya Krisna, owner Magistra Coffee yang telah belasan tahun terjun di industri kedai kopi. Pada workshop tersebut membuka wawasan audiens mengenai perkembangan dan potensi kedai kopi di Yogyakarta dari waktu ke waktu.

“Jogja punya cerita sendiri untuk kopi dalam masa ke masa, dari era kopi joss sampai espresso. Namun yang pasti, kopi itu telah menjadi bagian hidup masyarakat Jogja,” tutur Ferry yang akrab disapa Om Peyi.

Hadir pula sebagai pemateri adalah Ranu Prasetyo, Marketing Communications Manager Ralali.com sekaligus pakar bisnis digital di Indonesia, yang membagikan tips dan trik dalam memanfaatkan teknologi untuk memenuhi kebutuhan bisnis kedai kopi.

Bagi Ranu, bisnis di era serba digital ini dapat bertahan apabila internet dimanfaatkan dengan baik untuk operasionalisasinya.

“Internet memang hadir untuk mempermudah aktivitas manusia, termasuk dalam berbisnis. Dengan memanfaatkan internet, pebisnis kedai kopi di Yogyakarta dapat dengan mudah memperoleh kebutuhan bisnisnya di marketplace seperti Ralali.com,” Ranu menambahkan.

Workshop semakin menarik dengan adanya praktik langsung mengenai teknik manual brew yang dipandu oleh Heru Fajri Krisna, Specialist Barista Simetri Coffee Roasters Jogja. Tak hanya teknik, Heru juga membagikan signature receipt yang menjadi andalannya dalam meracik kopi untuk Simetri Coffee Roasters Jogja.

“Keunikan dari teknik manual brew adalah cita rasa yang dihasilkan berbeda-beda tergantung tangan dari sang barista. Di sinilah kompetensi sesunggahnya dari barista benar-benar diandalkan,” pungkas Heru.

Dari workshop tersebut, audiens tidak hanya belajar mengenai seluk beluk bisnis kedai kopi, tetapi juga dimudahkan dalam memperoleh barang-barang untuk memulai bisnis kopi. Ralali.com memberikan kemudahan tersebut dengan menyediakan kategori “Kafe” di business collection yang khusus menyediakan kebutuhan untuk menjalankan bisnis kedai kopi.

Coffee Journey ini merupakan yang keenam dari rangkaian workshop yang sebelumnya diadakan di Kota Jakarta dan Tangerang. Digelar sebagai komitmen Ralali.com dalam memudahkan pengusaha di Indonesia, Coffee Journey kali ini diadakan di Kota Yogyakarta dengan menggandeng langsung para ahli kopi yang sudah hafal keunikan Kota Gudeg ini.

Selanjutnya, Ralali.com akan terus menginisiasi lahirnya pengusaha-pengusaha di berbagai bidang dengan aktivitas yang membangun seperti seminar dan workshop di banyak kota di Indonesia.