Produsen Daging Berharap Pemerintah Konsisten Stabilkan Harga

MONITOR, Jakarta – Pengelola ritel Toko Daging Nusantara, PT Suri Nusantara Jaya meminta pemerintah lebih konsisten membuat harga daging stabil, seiring selalu mengalami kenaikan setiap tahun jelang perayaan hari raya Idul Fitri.

“Tahun ini jelang lebaran harga daging mengalami kenaikan. Harapan kami harga stabil, terjangkau dan ketersediaan barang selalu ada,” kata Direktur Utama, PT Suri Nusantara Jaya, Dimas Wibowo di Jakarta, Kamis (14/6).

Menurut Dimas, hal yang sangat penting untuk dijalankan yaitu keterjangkauan harga dan ketersediaan yang berkelanjutan.

“Setidaknya, pemerintah harus memiliki persediaan minimal 10 persen kebutuhan nasional agar kebutuhan barang terjaga selalu,” ujarnya.

Saat ini lanjut Dimas, kebutuhan Indonesia mencapai 450 ribu ton untuk daging per tahun, dimana 150 ribu ton untuk daging beku impor dan 300 ribu ton sisanya dari sapi hidup (impor maupun lokal).

“Saran kami pemerintah punya stok daging cadangan seperti layaknya beras, dengan perkembangan zaman saat ini daging beku dapat bertahan dua tahun lamanya dalam cold storage,” imbuhnya.

Dengan begitu menurutnya, pemerintah mungkin dalam hal ini BUMN yang mengurus bidang pangan bisa memainkan peran dalam hal managemen pasokan yang baik.

“Penerapan harga HET di pasar saat ini sudah cukup baik tinggal dibarengi persediaan barang, yang kami butuhkan hanya kestabilan harga sepanjang tahun, ketersediaan barang, serta harga yg terjangkau. Insyaallah masyarakat senang bisa mendapatkan harga yang terjangkau, BUMN untung dan pengusaha happy juga,” tegasnya.