Potensi Kebocoran Anggaran Jasa Marga Semakin Mengkhawatirkan

Monitor, Jakarta – Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jasa Marga di tahun 2017 melalui Departement Human Resources & General Affair menjalankan proyek Pengadaan Jasa Satuan Pengamanan (SATPAM) untuk Cabang Jagorawi. Nantinya Satuan Pengaman tersebut akan ditempatkan di Kantor Cabang & Ruas Tol Jagorawi, Jakarta Timur.

Koordinator Investigasi Center For Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman mengatakan demi suksesnya proyek tersebut, Jasa Marga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp. 20,6 miliar lebih. Adapun perusahaan yang ditunjuk Jasa Marga untuk bertanggungjawab terkait jasa Satuan Pengamanan adalah PT Kartika Cipta Indonesia yang beralamat di 88 Office Tower A 35th Fl Kota Kasablanka Jl Casablanca Raya Kav 88 Jakarta Selatan.

“Nilai proyek yang disepakati kedua belah pihak sebesar Rp. 20.314.706.248.  Dan nilai segini boros, dan hanya menghambur hamburkan duit perusahaan saja, serta patut dicurigai,”kata Jajang melalu rilis yang diterima di Jakarta, Senin (5/6/2017).

CBA menilai proyek pengadaan jasa SATPAM yang dilakukan pihak Jasa Marga dan PT Kartika Cipta Indonesia sangat janggal. Dari nilai proyek yang disepakati misalnya mencapai angka Rp.20 miliar lebih. Harga tersebut jauh lebih mahal dibandingkan tawaran PT Bhawata Nusa Surya Perdana yang hanya membutuhkan anggaran senilai Rp.18,2 miliar saja.

“Akibatnya, dalam proyek pengadaan Jasa Satuan Pengamanan Jasa Marga untuk Cabang Jagorawi ditemukan potensi kebocoran uang negara sebesar Rp. 2.355.456.496. Hal ini sangat disayangkan, bukannya melakukan efisiensi anggaran mengingat Jasa Marga saat ini sedang gencar-gencarnya membangun proyek tol dan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Justru yang terjadi malah sebaliknya,”tutur Jajang