Poros Maritim Butuh Keberadaan Industri Galangan Kapal

MONITOR, Jakarta – Industri galangan kapal merupakan fondasi penting untuk menunjang program poros maritim ataupun tol laut. Hal ini diutarakan Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika.

Apabila tidak dibangun, maka cita-cita Indonesia mewujudkan negara poros maritim terbesar tidaklah lengkap. "Cita-cita menjadikan Indonesia sebagai poros maritim tidaklah lengkap tanpa adanya industri galangan kapal yang kuat," ujar Putu Juli, Rabu (18/10).

Putu menjelaskan, pemerintah saat ini juga berusaha untuk mengamankan dan mengoptimalkan pemanfaatan pasar domestik bagi kepentingan pengembangan industri perkapalan dalam negeri. Sebagaimana hal ini diamanatkan oleh Inpres Nomor 2 Tahun 2009 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Menurut Putu, program P3DN merupakan salah satu strategi yang cukup penting dan perlu didukung oleh semua pemangku kepentingan industri perkapalan. Sebab, ini merupakan kebijakan yang dapat memberikan kesempatan dan akumulasi pengalaman kepada industri galangan kapal nasional sehingga mampu memenuhi kebutuhan kapal serta produk industri manufaktur maritim lainnya.

Di samping itu, kebijakan lainnya yang akan terus didorong untuk kemajuan industri galangan kapal nasional adalah melalui pemberian insetif fiskal. "Kebijakan tersebut dipandang penting karena dapat memberikan keleluasaan industri galangan kapal dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan dan
daya saing," jelasnya.

Putu menambahkan, kebutuhan komponen dalam pembangunan kapal dengan jumlah yang banyak, apabila dibarengi pelaksanaan kebijaan fiskal yang tepat akan memberikan keuntungan bagi sektor industri galangan kapal.

"Kita ketahui bersama bahwa peran dan kontribusi sektor industri perkapalan bagi perekonomian nasional tidak dapat dikesampingkan," imbuhnya.