Perubahan Asumsi Dasar Ekonomi Makro RAPBNP 2017

MONITOR, Jakarta – Pemerintah melakukan perubahan asumsi dasar ekonomi makro Indonesia dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017.

Asumsi makro yang mengalami perubahan, antara lain target pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, nilai tukar rupiah dan tingkat bunga surat perbendahaarn negara (SPN) 3 bulan.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Kerja RAPBN-P 2017, Senin (10/7), di Jakarta. Hadir dalam rapat antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan secara umum, perkembangan ekonomi global hingga triwulan pertama tahun 2017 telah menunjukkan perbaikan.

Hal ini ditandai dengan tingkat pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia yang cukup baik, serta aktivitas perdagangan internasional di beberapa negara utama dunia yang sudah meninggalkan teritori pertumbuhan negatif.

“Ekonomi Eropa, Amerika Serikat dan Jepang mengalami sedikit perbaikan begitu juga Korea Selatan sedikit membaik. Sementara itu untuk negara berkembang, perekonomian Indonesia juga membaik pada kuartal pertama tahun 2017,” ungkap Darmin.

Pada kuartal I tahun 2017, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) menunjukkan tren perbaikan kondisi perekonomian domestik. Di periode tersebut, pertumbuhan ekonomi tumbuh 5,01%, lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya yakni sebesar 4,9%.

Perkembangan positif seperti perbaikan kinerja ekspor dan impor, serta kinerja sektoral yang diperkirakan semakin meningkat dipercaya memberikan optimisme terhadap asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBN di periode ke depan.

Dari sisi sektoral, pertumbuhan ekonomi nasional terutama ditopang oleh sektor pertanian dan sektor-sektor jasa. Kinerja positif tersebut diperkirakan dapat berlanjut di tahun 2017 sejalan dengan harga komoditas yang diperkirakan lebih baik, serta perbaikan infrastruktur dan iklim investasi.

“Dengan perkembangan itu semua, Pertumbuhan ekonomi dalam RAPBNP tahun 2017 diperkirakan sebesar 5,2 persen, atau lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan dalam APBN tahun 2017 sebesar 5,1 persen,” kata Darmin.

Sementara itu laju inflasi pada tahun 2017 diperkirakan sebesar 4,3% atau lebih tinggi dibandingkan asumsi inflasi APBN tahun 2017 sebesar 4,0%.

Untuk nilai tukar rupiah,hingga akhir tahun 2017 diperkirakan mencapai rata-rata sebesar Rp13.400 per dolar Amerika Serikat. Nilai ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan asumsinya dalam APBN tahun 2017 sebesar Rp13.300 per dolar Amerika Serikat.

Sedangkan untuk Suku Bunga SPN 3 Bulan diusulkan menurun menjadi 5,2% dari yang sebelumnya 5,3% di APBN 2017.