Kementan Dorong Kawasan Bawang Merah berbasis Korporasi Ngantang Malang

Kawasan Bawang Ngantang, Malang

MONITOR, Malang – Dalam rangka menjaga stabilisasi pasokan dan meningkatkan daya saing produk serta untuk mendorong peningkatan ekspor, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menyampaikan bahwa di sektor pertanian perlu di bangun kawasan yang berbasis koorporasi dengan membangun komponen kawasan mulai dari hulu sampai hilir. Pendekatan ini perlu didukung dengan semua stakeholder terkait sesuai dengan tupoksi dan tanggung jawabnya di lapangan.

Kawasan berbasis korporasi ini mendapat perhatian penuh dari Menteri Pertanian dan telah gencar di lakukan pada dua tahun terakhir.  Saat ini terdapat 4 pilot project kawasan korporasi (tanaman pangan,hortikultura, perkebunan dan peternakan), korporasi tanaman pangan (jagung) telah berjalan di Lebak- Banten dan perkebunan (Kakao) di Kolaka-Sultra juga berjalan baik. Khusus untuk kawasan bawang merah berbasis korporasi telah dikembangkan di Kecamatan Ngantang dan Pujon Kab Malang.

Menurut Hery Suntoro Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Malang mengatakan bahwa luas kawasan bawang merah di Kabupaten Malang mencapai 2.500 Ha dengan produktivitas rata rata 10-12 ton/ha yang tersebar di 3 sentra utama yaitu Kecamatan Ngantang, Pujon dan Sumberpucung.  Varietas yang dominan dikembangkan adalah Batu Ijo dan superphilips.

Hery menambahkan bahwa sesuai dengan amanah Menteri Pertanian, Kabupaten Malang siap menjadi kawasan bawang merah berbasis koperasi. “Saat ini kami mendorong langkah langkah yang sudah dilakukan oleh para kelompok binaan kami untuk mewujudkan kawasan berbasis korporasi,” ungkapnya.

Menurut Slamet Subadi, Ketua Koperasi Tani Maju Sejahtera Desa Purworejo Kec Ngantang sekaligus pengawas kelompok tani Karya Bakti Desa Purworejo mengatakan bahwa dalam rangka mewujudkan kawasan bawang merah berbasis korporasi.

“Di wilayah kami, sejak 2 bulan lalu kami telah mendirikan koperasi tani sejahtera yang beranggotakan 50 orang. Koperasi ini kami bentuk untuk memudahkan pergerakan unit usaha di lapangan yang nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan bagi semua anggota,” katanya.

“Kami merasakan perubahan yang cukup banyak dengan adanya korporasi ini,  kelompok binaan semakin aktif dan kompak dalam mengelola bawang merahnya serta bantuan pemerintah bisa dikelola dengan baik,” tegasnya.

Slamet menambahkan bahwa pada saat ini pertanaman bawang merah cukup luas di lapangan. Pertanaman di Desa Purworejo dan Banjar Rejo bisa mencapai 800 Ha. Panen raya 35 Hari lagi.

“Kami melihat insya allah panennya bisa maksimal karena kondisi cuaca dan iklim sangat mendukung. Rata rata produktivitas bisa mencapai 10-12 ton/ha. Untuk menunjukkan progres perkembangan kawasan berbasis korporasi ini kami berencana jg akan mengundang menteri pertanian melakukan panen raya di wilayah kami,” tandasnya.

Kasubdit bawang merah dan sayuran umbi, Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Agung Sunusi mengatakan bahwa dalam rangka mendukung kawasan Bawang merah berbasis korporasi.

“Ditjen Hortikultura sejak 2017-2018 telah mengalokasikan bantuan saprodi dan alsintan di Kabupaten Malang untuk kawasan seluas 170 ha, sarana pengendali OPT, gudang benih, dan bangunan bangsal pascapanen,” ungkapnya.