Pertamina Temukan Industri Masih Pakai LPG Bersubsidi

MONITOR, Semarang – Tim Pertamina MOR IV Region Jateng dan DIY bersama Polrestabes Semarang menggelar sidak ke tiga industri kerupuk rambak, satu agen LPG dan satu Rumah Makan.

Pada sidak di tiga lokasi tersebut ditemukan penyelewengan LPG bersubsidi. Padahal tiga diantaranya sudah pernah dikunjungi dalam sidak sebelumnya dan ditemukan puluhan LPG subsidi (3 Kilogram), digunakan oleh industri tersebut.

Pjs Unit Manager Communication & CSR MOR IV PT Pertamina (Persero), Muslim Dharmawan menjelaskan, Tim Gabungan menemukan fakta bahwa Industri Rambak milik Ali Yahya yang pada sidak pertama ditemukan menggunakan LPG 3 kilogram, saat sidak kali ini, masih menggunakan 90 tabung LPG 3 kilogram.

"Sehingga Tim Polrestabes dan Pertamina kembali menegur pemilik usaha tersebut," kata Muslim dalam rilis persnya di Jakarta, Rabu (9/1).

Sales Executive LPG Pertamina, Bima Kusuma Aji, mengapresiasi Rumah Makan Sampurna yang terletak di Jalan Raya Mangkang dan Industri Krupuk Rambak Bu Sami. Dalam sidak pertama, mereka menggunakan LPG 3 kilogram. Namun pada sidak kedua, sudah beralih ke LPG NPSO.

Sidak kali ini ditutup dengan kunjungan ke Industri Rambak milik Solikin yang juga masih menggunakan LPG subsidi. Ditemukan sebanyak 80 tabung LPG 3Kg.

Pemilik Usaha tersebut mengaku tidak mengetahui bahwa usahanya tidak boleh menggunakan LPG 3 kilogram dan berjanji akan beralih menggunakan LPG NPSO.

Sedangkan  Kasubnit II Unit II Satintelkam Polrestabes Semarang, IPTU Priatino Utomo, menuturkan, tim ini akan terus bergerak meninjau industri dan rumah makan guna memastikan pengunaan LPG Bersubsidi telah tepat sasaran. Sehingga, masyarakat miskin dan pelaku usaha mikro yang memang berhak menggunakan LPG 3 kilogram tidak kesulitan mencari LPG 3 kilogram.

Tim gabungan mengunjungi Gudang Agen LPG 3 kg, PT Lamora Patra Jaya milik Bambang, setiap hari disalurkan 1.800 tabung LPG 3 kilogram ke 70 pangkalan di seluruh Kota Semarang. Di mana, penyaluran LPG subsidi ini dilengkapi data laporan Penyaluran Agen serta Logbook pangkalan.

Laporan tersebut merupakan salah satu upaya Pertamina untuk memastikan bahwa agen dan pangkalan telah mendistribusikan LPG Subsidi secara tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.