Pertamina Patra Niaga Teken MoU Pembangunan Kemaritiman Indonesia

MONITOR, Jakarta  –  PT Pertamina Patra Niaga bersama lima perusahaan dan anak perusahaan BUMN menandatangani sembilan Memorandum of Understanding (MoU) ihwal pembangunan kemaritiman di Indonesia.

MoU tersebut ditandangani oleh PT Pertamina Patra Niaga, PT Perikanan Nusantara (Persero), PT Perum Perikanan Indonesia, PT Hotel Indonesia Natour, PT Berdikari Logistik Indonesia, PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero), PT Timah Tbk (Persero), serta Pemerintah Daerah Belitung Timur, dengan tujuh anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / Indonesia Port Corporations (IPC).
 
Penandatanganan kesepakatan bersama ini disaksikan oleh Menteri BUMN, Rini M. Soemarno. Turut hadir pula dalam acara tersebut adalah Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Muchamad Iskandar dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Gandhi Sriwidodo. 
 
Dalam kesepakatan untuk membangun industri maritim Indonesia ini, PT Pertamina Patra Niaga turut berkontribusi membangun negeri melalui penandatanganan kerja sama dengan PT Energi Pelabuhan Indonesia, PT Indonesia Kendaraan Terminal, dan PT Pelabuhan Tanjung Priok.
 
Menteri BUMN Rini Soemarno berharap kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah bagi BUMN maupun anak perusahaan BUMN dalam rangka pengembangan usahanya.
 
Bagi Pertamina Patra Niaga (PPN), sinergi ini diharapkan akan mampu berkontribusi positif pada program pemerataan pembangunan dan ekonomi daerah melalui layanan solusi energi yang menyeluruh (total energy solution). 

“Sebagai perusahaan yang dengan inti bisnis niaga BBM industri (non-subsidi), PPN menyokong kebutuhan dasar operasional industri yang memiliki peran penting dalam pembangunan,” ujar Direktur Utama PPN Gandhi Sriwidodo dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (10/10).