Pertamina Digital Roadshow RU IV

Digital Roadshow WU IV yang diadakan oleh Pertamina

MONITOR, Cilacap – Menghadapi tantangan era digitalisasi yang terus berkembang pesat, pada hari Kamis, 6 September 2018 Pertamina RU IV menyelenggarakan Pertamina Digital Roadshow. Acara ini berlangsung di Patra Graha, Cilacap. Diikuti oleh pekerja dari berbagai fungsi di RU IV dengan menghadirkan narasumber VP SPC Joko Purnomo bersama Tim Digital Culture, Tim Cyber Security, Tim Digitalisasi Refinery, dan Tim Digital Transformation Pertamina.

GM RU IV Joko Priyono saat melakukan opening speech sekaligus memaparkan Building Digitalize Refinery Roadmap. Di hadapan peserta beliau menyampaikan Pertamina RU IV harus bisa menjadi perusahaan yang mengoptimalkan digital. Inovasi digital telah menggantikan seluruh system lama dengan cara baru. Disruption berhasil menggantikan teknologi yang serba fisik dengan teknologi yang serba digital. Disruption adalah mengubah bukan hanya cara berbisnis melainkan juga fundamental bisnisnya. Seperti halnya taxi online yang fenomenal. Dan apa yang terjadi pada perkembangan digital transportasi, dimana konsumen sudah berubah. Impactnya bahkan langsung ke arah efisien dan menekan biaya operasional yang sangat besar. Jauh berbeda dengan konvensional yang masih menggunakan pola lama dan bisa dipastikan bakal tergusur.

Sementara VP SPC, Joko Purnomo mengatakan, perusahaan oil & gas adalah salah satu perusahaan yang memerlukan implementasi digitalisasi agar tidak mengalami kolaps. Demikian pula dengan Pertamina RU IV yang beberapa waktu lalu telah mengubah visinya dari visi lama yakni “Menjadi Kilang Minyak dan Petrokimia yang Unggul di Asia Tenggara dan Kompetitif di Asia tahun 2020” menjadi “RU IV TO BE DIGITAL & WORLD CLASS REFINERY 2028” harus berubah, menyesuaikan skema digital lifestyle. Transformasi digital harus segera dilakukan. Penerapan digital pada industri minyak dan gas bumi ini bukan hanya mengotimalkan aset, namun akan terjadi peningkatan visibilitas jaringan menyeluruh, yang menjembatani antara teknologi informasi dan teknologi operasional sehingga memperluas peningkatan efisiensi di Pertamina.