Pertamina dan Komitmen Pengembangan Energi Baru Terbarukan

MONITOR, Jakarta – Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia sudah menjadi sebuah keharusan. Sebagai negara dengan pasokan EBT yang melimpah di dunia ditengah ketersediaan dan ancaman ketersediaan energi fosil, maka kebijakan tersebut sudah seharusnya di dukung oleh banyak pihak di Indonesia,

Pertamina sebagai perusahaan milik Pemerintah yang fokus dalam usaha memenuhi kebutuhan energi minyak dan gas di Indonesia mengaku terus berkomitmen dalam mengembangkan energi baru dan terbarukan, salah satunya penggunaan Solar PV di area operasional Pertamina untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari.

Senior Vice President Gas & Power Pertamina Djohardi A. Kusumah menjelaskan, sejumlah lokasi Pertamina saat ini sudah menggunakan Solar PV. Diantaranya adalah lokasi PT Badak NGL Bontang, PT Pelita Air Service di Pondok Cabe, RU IV Cilacap dan Kantor Pusat Pertamina di Jakarta.

“Pertamina sangat fokus dalam pengembangan energi terbarukan. Seperti penggunaan Solar PV di area operasi Pertamina seperti di lapangan Pertamina EP dan di Cilacap ", ujarnya saat mengisi forum panel dalam rangkaian acara 72 Tahun Hari Listrik Nasional di JCC, Jakarta pada Jumat (29/9).

Djohardi menambahkan, Pertamina ingin mengambil peran dalam mendukung upaya pemerintah mencapai target energy mix pada 2025. Dalam bauran energy mix tersebut, porsi energi terbarukan ditargetkan mencapai 23 persen dari total energi yang digunakan di Indonesia. Namun bukan hanya energi terbarukan yang porsinya semakin meningkat, namun penggunaan gas sebagai bahan bakar juga direncanakan lebih besar dari sekarang.

"Dalam porsinya, gas dan energi terbarukan akan mengambil porsi yang lebih besar. Ini juga mendukung program Energy Mix pemerintah dimana porsi gas dalam bauran energi akan mengambil porsi yang lebih besar hingga 22 persen untuk gas dan 23 persen untuk energi terbarukan pada tahun 2025 "tambahnya.