Permintaan Produk Sekuritisasi Pendapatan Tol Jagorawi Jasa Marga Melampaui Target

MONITOR, Jakarta –  Salah satu inovasi alternatif pendanaan yang dilakukan oleh Jasa Marga adalah melalui penerbitan produk sekuritisasi yang diterbitkan dengan nama KIK EBA Mandiri JSMR01-Surat Berharga Pendapatan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (JAGORAWI) (“KIK EBA Mandiri JSMR01”), dengan PT Mandiri Manajemen Investasi dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk  yang bertindak selaku Manajer Investasi dan Bank Kustodian serta PT Mandiri Sekuritas yang bertindak selaku Arranger. Adapun hak atas pendapatan yang di-sekuritisasi adalah hak atas sebagian pendapatan ruas tol JAGORAWI, yang merupakan tol pertama di Indonesia dan salah satu ruas tol yang paling mature yang dimiliki oleh Jasa Marga.

 

"Melalui dukungan para stakeholder, OJK, Kementerian Keuangan dan BEI serta para investor (yang utamanya terdiri dari perusahaan dana pensiun, perbankan dan asset management), produk ini mendapatkan apresiasi yang sangat positif dari publik, terlihat dari tingkat permintaan mencapai Rp5,1 triliun atau setara dengan 2,7 kali dari total nilai penerbitan, adapun hal ini juga mencerminkan minat yang tinggi dari para investor terhadap produk sekuritisasi ini", Ujar M. Agus Setiawan selaku Corporate Secretary PT Jasa Marga

 

Pada produk sekuritisasi dimaksud, Jasa Marga selaku Originator transaksi juga akan bertindak sebagai Collection Manager, yang bertugas mengumpulkan pendapatan tol JAGORAWI yang disekuritisasikan dan mendistribusikannya ke KIK EBA Mandiri JSMR01, dan kemudian KIK EBA Mandiri JSMR01 akan mendistribusikan imbal hasil dan pokok investasi kepada para Pemegang Unit Penyertaan (Investor).

 

Hingga Semester I Tahun 2017, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. telah mengoperasikan 15 jalan tol dengan total 600 km dan saat ini tengah melakukan pembangunan 16 jalan tol baru hingga tahun 2019, dimana sebanyak 5 jalan tol telah beroperasi sebagian dan 11 jalan tol masih dalam tahap pembebasan lahan dan konstruksi. Di tengah keagresifan Perseroan yang menargetkan untuk dapat mengoperasikan 210 km jalan tol baru pada tahun 2017, Jasa Marga berhasil membukukan total Laba Bersih sebesar Rp 1,016 Triliun pada Semester I tahun 2017.

 

Di sisi pengembangan dan pembangunan proyek jalan tol baru, pada tanggal 3 Agustus 2017, Jasa Marga telah mengoperasikan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Segmen Gempol-Bangil (Gempol Junction-Bangil) (6,80 km) yang melengkapi Segmen Bangil-Rembang (7,10 km) yang telah beroperasi sejak April 2017, sehingga saat ini Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi Gempol-Rembang telah beroperasi penuh. Selain itu pada Triwulan 3 Tahun 2017, Jasa Marga juga merencanakan akan mengoperasikan Jalan Tol Semarang-Solo seksi Bawen-Salatiga (17,50 km) dimana saat ini progres konstruksi jalan tol tersebut telah mencapai 100%.