BULOG All-out Stabilkan Harga Beras

Operasi Pasar BULOG akan dijalankan lebih terstruktur dengan melibatkan pemangku kepentingan sehingga distribusi beras menjadi merata dan harga kembali ke posisi yang dapat diterima masyarakat

Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso saat memberikan keterangan pers usai melakukan kunjungan kerja di PIBC (Foto: Istimewa)

MONITOR, Jakarta – Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso menerangkan bahwa BULOG akan mengupayakan usaha maksimal untuk menyetabilkan harga beras. Budi memaparkan bahwa BULOG akan melakukan Operasi Pasar dengan menggelontorkan beras ke daerah-daerah dengan stok terbatas dan mengimbangi guyuran beras tersebut dengan optimalisasi penyerapan gabah petani untuk menjaga stok. Budi menjelaskan bahwa kali ini BULOG juga akan menggaet mitra lokal untuk mendukung Divisi Regional guna memastikan bahwa beras sampai ke daerah strategis.

“Beras medium siap kami salurkan dengan harga Rp8.500/kg ke konsumen untuk
wilayah 1 (Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, Sulawesi),” ujar Budi Waseso.

Hingga saat ini cadangan beras BULOG berada pada posisi 2,3 juta ton, dari cadangan tersebut BULOG telah menggelontorkan sebanyak 344 ribu ton beras melalui Operasi Pasar di berbagai wilayah Indonesia secara berkala. Operasi pasar ini akan diawasi langsung jajaran Direksi dan semua Kepala Divisi Regional terkait.

Direktur Utama Perum BULOG, Budi Waseso bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat minjau stok beras di PIBC (Foto: Istimewa)

“Kita menginginkan Operasi Pasar memberikan dampak langsung kepada masyarakat sehingga fokus akan kami titik beratkan pada keseimbangan supply dan demand di daerah-daerah kritis. Mulai dari Kadivre sampai Dirut akan sidak untuk memastikan agar beras kita sampai di tujuan,” papar Budi.

Operasi Pasar ini merupakan bagian dari penugasan Pemerintah yang diputuskan
dalam Rapat Koordinasi Terbatas bidang pangan yang menginstruksikan BULOG untuk melakukan intervensi pasar. Meski demikian, BULOG tetap akan mengimbangi
cadangan beras nasional dengan melakukan penyerapan gabah petani untuk
memastikan bahwa cadangan beras nasional tetap cukup dan petani tidak terdampak atas Operasi Pasar. Sejauh ini, BULOG telah menyerap 2,6 juta ton dari target sebesar 2,7 juta ton pada akhir 2018.