Perbankan di Sulsel Mengalami Pertumbuhan Positif

MONITOR, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo menerima kedatangan Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Region 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) Bambang Kiswono di Kantor Pemprov Sulawesi Selatan, selasa (5/9). Kedatangan pimpinan OJK Sulampua ini untuk melaporkan kondisi sektor jasa keuangan, khususnya perbankan di Sulawesi Selatan.  

Bambang menuturkan, kinerja industri perbankan di Sulsel terus mengalami pertumbuhan positif. OJK mencatat hingga Juli tahun ini, aset perbankan menembus Rp130 triliun, dana pihak ketiga alias DPK mencapai Rp85 triliun, dan total kredit berkisar Rp107 triliun.

"Per Juli 2017 kinerja industri perbankan Sulsel tumbuh positif dengan intermediasi meningkat, tapi risikonya tetap rendah," kata dia di Makassar, Selasa (5/9/2017).

Tak hanya itu, pertumbuhan positif juga terjadi pada realisasi kredit usaha rakyat (KUR). Memasuki kuartal III atau juli 2017, tercatat realisasi KUR ini meningkat menjadi Rp3,9 triliun dibanding akhir kuartal II atau mei 2017 yakni Rp3,3 triliun. Menjelang akhir tahun, potensi pertambahan realisasi KUR masih terbuka lebar di mana pemerintah dan perbankan terus mendorong pengembangan UMKM.

"Realisasinya bagus. Kemudian nasabahnya di akhir Juni sebanyak 113 ribu UMKM, naik menjadi 132 ribu pada bulan Juli. Target sampai akhir tahun senilai Rp6,2 triliun, kita optimis bisa tercapai," ujarnya.

Selain melaporkan kondisi perbankan yang berada di wilayah Sulsel, Bambang juga melaporkan kondisi Bank Pembangunan Daerah yakni Bank Sulselbar. Bank yang sahamnya dimiliki pemerintah daerah tersebut terus berkembang dengan rasio perbankan yang cukup bagus. Hingga Juni 2017, aset Bank Sulselbar sudah menembus Rp21,2 triliun.

"Pertumbuhannya cukup bagus dari sebelumnya Rp16,5 triliun per Desember 2016," tutur dia.

Bank Sulselbar, Bambang mengimbuhkan juga memiliki kualitas pinjaman yang terjaga baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) sebesar 0,59. Angka tersebut terbilang rendah.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Syahrul mengatakan kehadiran OJK diharapkan mampu mempercepat akselarasi ekonomi Sulsel. Dari laporan OJK, ia menuturkan bisa disimpulkan bahwa kinerja industri perbankan daerahnya menunjukkan tren sangat baik dan positif. Praktis hal itu diyakini mampu mendorong laju pertumbuhan ekonomi Sulsel.

"Yang menarik, 52 persen penyaluran kredit bukan (kredit) konsumtif tetapi kredit produktif yang dulunya (kredit) konsumtif sampai 70 persen," kata Gubernur Sulsel dua periode tersebut.

Gubernur Syahrul melanjutkan untuk mendorong akselerasi perekonomian daerah, pihaknya berharap adanya penambahan kredit. Beberapa sektor produktif menjadi prioritas meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan, dan kehutanan.

"Itu sekarang realisasinya sudah Rp1,7 triliun dan yakin Rp2 triliun dapat dicapai. Kalau begitu perputaran ekonomi di tingkat masyarakat bawah sudah menunjukkan kemajuan. Kita tak bicara hanya data tapi berdasarkan faktual yang ada, semua terlayani dengan baik dan semuanya senang," pungkasnya.