Pengusaha Kuliner Nusantara Didorong untuk Go-Online

Pengusaha Kuliner Nusantara Didorong untuk Go-Online

MONITOR, Jakarta – Industri kuliner yang semakin inovatif telah menunjukan perkembangannya dari tahun ke tahun. Data dari Kementerian Perindustrian mencatat, industri makanan dan minuman menyumbang 34,95% dari Produk Domestik Bruto (PDB) non-migas pada triwulan III 2017, atau meningkat 4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Melihat tingginya pertumbuhan industri ini, Ralali.com berinisiatif mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kapabilitas para pelaku bisnis kuliner. Pelatihan yang bertajuk ‘Workshop Kuliner Ralali.com’ ini mengangkat tema Ekspansi Bisnis Kuliner dengan Strategi Online.

Peluang bisnis kuliner yang semakin menjanjikan di era teknologi menjadi salah satu alasan tingginya antusiasme puluhan peserta yang hadir dari berbagai industri kuliner yang berbeda. Bertempat di Wisma BNI 46 pada 13September lalu, pelatihan ini mengundang tiga narasumber yang berpengalaman di kancah teknologi dan kuliner.

Hadir Billy Mulya Margono, Owner Ayam Geprek Bossque & Gama Food Center Serang, yang berbagi mengenai strategi memulai dan mengembangkan bisnis kuliner. Billy memberikan beragam tips dan trik menarik berdasarkan pengalamannya membangun franchise kedai ayam geprek dan foodcourt hanya dalam waktu kurang dari 2 tahun.

“Kita harus pandai melihat potensi bisnis yang ada. Terkadang tidak perlu ide yang revolusioner, buka mata dan pikiran untuk melihat kesempatan dari fenomena-fenomena yang sudah terjadi,” ujar Billy.

Tidak hanya belajar dari segi bisnis, peserta yang hadir juga belajar mengenai teknik dasar digital marketing yang dibawakan oleh Isah Kambali, Founder Komunitas IbuDigital.com.

Kemudahan dalam menggunakan platform media sosial menjadi alasan pentingnya pelaku usaha mempelajari teknik dasar digital marketing untuk pengembangan bisnisnya. Oleh karena itu, pada event tersebut Isah Kambali membawakan materi ‘How to Optimize Instagram for Culinary Businesses’.

Menurut Isah Kambali, banyak hastag dan tools yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan akun Instagram bisnis. Hastag yang dipilih harus sesuai dengan kategori bisnis yang digeluti serta minat masyarakat agar dapat ditemukan lebih cepat oleh user. Selain itu juga diperlukan adanya tools yang sesuai, namun tidak harus berbayar.

Menjawab pertanyaan peserta mengenai peran serta teknologi dalam pengembangan bisnisnya, hadir pula Zebedeus Rizal, Head of Community Development Ralali.com. Zebedeus memberikan kiat-kiat pemanfaatan teknologi yang dapat memudahkan pebisnis kuliner dari hulu hingga hilir.

“Masyarakat sudah beralih dari konvensional ke online, saat ini pebisnis juga harusmemahami dan menggunakanteknologi digital untuk optimalisasi bisnisnya,” ungkap Zebedeus.

Zebedeus menambahkan bahwa saat ini hadir beragam marketplace yang menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Marketplace yang tepat bagi para pelaku usaha untuk mencari kebutuhan bisnisnya adalah Ralali.com. Dengan menyediakan kurasi produk yang disesuaikan dengan kategori bisnis, Ralali.com hadir untuk menjadi jembatan bagi UMKM agar dapat terhubung dengan supplier yang tepat.

Bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia lewat dukungan digital ke UMKM, Ralali.com terus melakukan aktivitas-aktivitas yang mengedukasi para pelaku usaha. Pada workshop kali ini, Ralali.com berkolaborasi dengan Komunitas Sahabat UMKM dan Oke Oce Tanah Abang untuk mengundang para pengusaha kuliner di daerah Jakarta.

Beberapa aktvitas lain yang dilakukan oleh Ralali.com antara lain yakni seminar bisnis, workshop kopi, dan pelatihan digital marketing. Telah melayani pengiriman untuk 20 kota di Indonesia, kedepannya Ralali.com menargetkan untuk membantu lebih banyak lagi UMKM di lebih dari 70 kota di Indonesia pada tahun 2019.