Pengamat Ekonomi: Munas HIPMI Dibayangi Oligarki Politik

MONITOR, Jakarta – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) pada tahun depan. Meski terhitung masih lama, namun nama empat kandidat sudah masuk di bursa pencalonan Ketua Umum HIPMI periode 2018-2021. Hal itu disampaikan Ketua Sinergi Korporasi dan BUMN BPP HIPMI, Iqbal Farabi.

Empat nama yang sudah dikantongi, kata dia, yakni Priamanaya Djan, Reza Rajasa, Dave Laksono, dan Anggawira. Dari keempat nama tersebut, tiga diantaranya merupakan anak dari mantan menteri. Priamanaya Djan merupakan putra Djan Faridz, Menteri Perumahan Rakyat era Presiden Susilo Bambang Yudoyono. Di periode ini, Priamanaya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen).

Lalu Reza Rajasa. Ia merupakan putra Hatta Rajasa, mantan Menko Bidang Perekonomian zaman Presiden Susilo Bambang Yudoyono periode 2009-2014. Reza Rajasa pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Energi dan Pertambangan BPP HIPMI periode 2011-2014.

Terakhir Dave Laksono. Ia adalah putra dari Agung Laksono, mantan Menko Bidang Kesejahteraan Rakyat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono periode 2009-2014. Dave Laksono pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Energi BPP HIPMI Periode 2008-2011.

Fenomena ini tampaknya menuai kritik dari Pengamat Ekonomi Azrul Tanjung. Azrul menyatakan, munculnya tiga nama kandidat tersebut akan menjadi preseden buruk di masa mendatang.

"Dengan munculnya tiga kandidat calon ketua umum yang merupakan anak dari tiga mantan menteri, ini akan menjadi preseden buruk kedepan," ujarnya di Jakarta, Senin (6/11).

Azrul menambahkan, secara tidak langsung politik oligarki ini merampas demokrasi dan hak publik. Ia khawatir berlangsungnya politik dinasti ini cenderung melahirkan budaya nepotisme dan mengaburkan asas tujuan HIPMI.

"Jika salah satu dari ketiga anak menteri tersebut terpilih jadi Ketua Umum BPP HIMPI kedepannya, maka ada keraguan mendasar asas tujuan HIMPI yaitu, mendorong dan berperan serta dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda, akan jauh panggang dari api," kritiknya.