Pemerintah Rajin Impor, INDEF Khawatir Kantong Devisa Makin Terkuras

MONITOR, Jakarta – Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri mengkritik masalah tingginya impor pangan di Indonesia. Heri menilai seringnya pemerintah melakukan impor terutama bahan makanan pokok seperti beras, akan semakin menguras kantong devisa negara.

"Sektor pertanian ini benar-benar membuang devisa negara. Kontribusi ekspor kecil malah kontribusi impornya semakin besar," ujarnya di kantor INDEF, Jakarta, Rabu (18/4).

Dalam 10 tahun terakhir, rata-rata ekspor sektor pertanian tidak lebih dari 8 persen. Sementara impor terutama sayuran dan buah-buahan pertumbuhannya sangat masif terutama dalam 3 tahun terakhir ini.

"Kita keluar (ekspor pertanian) susah, tapi begitu mudahnya masuk ke dalam (impor). Kita cuma unggul di produk kelapa sawit, yang lain semua rata-rata di bawah." jelasnya.

Diketahui, saat ini Indonesia masuk dalam 10 besar konsumen importir beras di dunia. Gambaran ini menunjukkan bahwa sektor pertanian Indonesia belum terurus dengan benar, sehingga bisa dikatakan sektor pertanian belum diurus secara sungguh-sungguh oleh pemerintah.