Pemberitaan Kemenkop dan UKM Disambut Positif

MONITOR, Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM selama 2017 dinilai mendapat ekspose pemberitaan positif dari media massa secara nasional. Isu-isu terkait Kemenkop dan UKM dalam berita lebih menyoroti program kerja dan perkembangan sektor UKM, kewirausahaan, dan koperasi yang semakin menggeliat di tahun ini. Demikian kesimpulan Intelligence Media Management (IMM) dari hasil monitoring pemberitaan secara nasional sepanjang tahun 2017, Selasa (26/12). 

“Dalam analisis sistem Intelligence Media Management (IMM), terlihat bahwa aktivitas pemberitaan Kemenkop dan UKM sangat baik di tahun ini, dengan sentimen positif dan netral sebesar 88%,” kata Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika Herlambang (22/12).

Rustika mengatakan dengan menggunakan sistem Artificial Intelligence, seluruh data pemberitaan kementerian Kabinet Kerja dapat diamati. Rustika menyebutkan, tren sentimen positif dan netral terus menguat signifikan sejak tahun 2016. Rustika juga mencatat semakin baiknya citra koperasi, dengan adanya Satgas Pengawas Koperasi, identifikasi koperasi nonaktif, dan penindakan bagi koperasi bodong. 

Kemenkop dan UKM juga terpantau semakin mendekatkan diri kepada kalangan muda, yang menjadi penggiat industri kreatif serta wirausaha. Bahkan di media pun terpantau upaya Kemenkop dan UKM untuk mendekatkan koperasi dengan anak muda, melalui Koperasi Mahasiswa.  

Tidak hanya media massa, GDILab juga melaporkan aktivitas Kemenkop dan UKM di media sosial mendapat respon positif dari netizen. Melalui akun @kemenkopukm, Kemenkop dan UKM berhasil mendekatkan diri kepada para pelaku UMKM dan para netizen lewat keaktifannya di media sosial: twitter, facebook, dan instagram. 

Billy Boen, founder & CEO GDILab.com mengatakan dari pantauan Digital Marketing Report bulanan yang dilakukan oleh GDILab, @KemenkopUKM berhasil mendapatkan impression dan enggagement yang baik berkat postingan-postingannya yang bermanfaat untuk para pelaku UMKM dan netizen.

“Saya berharap  kegiatan Kemenkop dan UKM melalui media sosial bisa semakin bermanfaat bagi para pelaku UMKM dan netizen di seluruh pelosok nusantara dengan memberikan pelatihan yang tepat sasaran, termasuk pelatihan tentang media sosial sehingga mereka semua bisa "naik kelas", kata Billy Boen. 

Menanggapi hasil riset tersebut,  Bey Machmudin, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden mengatakan sangat mengapresiasi upaya sosialisasi dan publikasi terkait KUKM dan wirausaha baru yang dilakukan oleh jajaran pemerintahan termasuk Kementerian Koperasi dan UKM, BUMN, dan berbagai pihak swasta yang lain. Dia mengemukakan sangat diperlukan keterlibatan semua pihak dalam upaya pemberdayaan KUKM dan menumbuhkan wirausaha baru di Indonesia. 

"Presiden saat ini mengajak semua pihak, khususnya generasi muda untuk berinovasi mencari peluang-peluang usaha dengan cara-cara yang baru dan berbeda untuk menumbuhkan kewirausahaan di Indonesia," kata Bey. 

Dikemukakan,  jumlah wirausaha di Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain. Menurut data World Bank, saat ini jumlah wirausaha di Indonesia hanya sekira 3,3 persen, sedangkan Singapura sebanyak 7 persen, Malaysia 5 persen, dan Thailand 4,5 persen.

Ke depan diharapkan sosialisasi, publikasi, dan upaya pemberdayaan KUKM dan penumbuhan wirausaha baru terus dilakukan sehingga kontribusi KUKM kepada PDB semakin tinggi dan rasio jumlah wirausaha di Indonesia semakin ideal.