Menteri Puspayoga Puji Keberadaan KSP Kopdit Obor Mas

MONITOR, Maumere – Pemerintah Indonesia optimis keberadaan koperasi mampu menunjang pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Hal ini harus ditunjang oleh sistem pengelolaan koperasi yang mumpuni.

Demikian ungkapan tegas Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga. Seperti KSP Kopdit Obor Mas, Puspayoga meyakini koperasi ini mampu menjadi penyalur kredit usaha rakyat (KUR). 

"Ini contoh konkrit koperasi berkualitas. Kalau tidak bagus dan tidak baik, tidak mungkin Kopdit Obor Mas menjadi penyalur KUR. Karena untuk koperasi menjadi penyalur KUR tidaklah mudah. Selain berkinerja usaha bagus, juga harus memiliki sistem online dan IT yang terhubung ke BI dan Kemenkeu," ujarnya pada acara penyaluran perdana KUR oleh KSP Kopdit Obor Mas di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (19/12).

Kualitas Kopdit Obor Mas, lanjut Puspayoga, juga bisa dilihat dengan sudah diresmikannya operasional ATM dan enam unit mobil kas keliling bagi pelayanan anggota. Mobil kas keliling memiliki fungsi sebagai tarik dan setor tunai, penerimaan anggota baru, pembukaan rekening tabungan, serta konsultasi pinjaman. 

"Bila kualitas usaha Kopdit Obor Mas terus ditingkatkan, bukan tidak mungkin akan bisa listing di lantai bursa efek Indonesia, seperti Kospin Jasa," imbuh Puspayoga.

 

Pengembangan koperasi di Tanah Air

Puspayoga menyatakan, pemerintahan Presiden Jokowi sangat concern dalam mengembangkan koperasi di seluruh Indonesia. Namun, tidak lagi memberikan bantuan hibah, melainkan memberikan pelatihan-pelatihan manajemen keuangan dan peningkatan kualitas SDM, serta menyediakan pembiayaan dengan bunga ringan. 

"Dulu bunga KUR 22%, sekarang menjadi 9% dan tahun depan turun lagi menjadi 7%. Kalau tidak ada bunga rendah, usaha mikro dan kecil hanya habis untuk membayar bunga kredit. Kapan mereka bisa sejahtera?," tukas Puspayoga lagi.

Puspayoga berharap, agar Kopdit Obor Mas tidak melulu berorientasi kepada besarnya SHU, sehingga bisa menciptakan bunga rendah bagi anggotanya. 

"Saya juga mengingatkan agar koperasi jangan dipakai sebagai alat kepentingan politik praktis di daerah. Karena koperasi akan hancur dengan sendirinya. Di samping itu, saya juga meminta agar penyaluran KUR diawasi dengan ketat agar tepat sasaran kepada yang memang membutuhkan bagi pengembangan usahanya," tegas Puspayoga.