Menteri ESDM Resmikan Proyek Ketenagalistrikan di NTB dan NTT

MONITOR, Mataram – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan sejumlah proyek ketenagalistrikan di Mataram. Diantaranya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Independent Power Producer (IPP) Lombok dengan total Kapasitas 50 MW serta ground breaking Pembangkit Listrik Gas Uap (PLTGU) Lombok Peaker, Pembangkit Listrik Mesin Gas (PLTMG) Bima, PLTMG Sumbawa, Mobile Power Plant (MPP) Flores, PLTMG Maumere dan PLTMG Kupang Peaker dengan total kapasitas 350 MW.

Peresmian ini dilakukan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan, dan didampingi sejumlah pejabat lainnya seperti Menteri BUMN, Rini Sumarno, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andi Noorsaman Sommeng, Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basyir dan perwakilan dari Pemda NTB.

Dalam sambutannya, Menteri Jonan menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya agar infrastruktur kelistrikan harus segera dibangun untuk memperluas akses listrik kepada masyarakat. Pembangunan ini, kata Jonan, tentu dengan harga terjangkau melalui berbagai program pengembangan pembangkit 35.000 MW beserta infrastruktur pendukungnya.

"Pemerintah berkomitmen meningkatkan rasio elektrifikasi lebih dari 93%, tahun 2019 minimal 96%, kalau kita bekerjakeras bisa 99% di tahun 2019, naiknya hampir 3 persen per tahun, luar biasa sekali," ungkap Menteri Jonan, Jumat (20/10).

Lebih lanjut ia menjelaskan, di tahun 2019 apabila seluruh proyek kelistrikan di NTB dan NTT ini beroperasi, maka bisa memenuhi kebutuhan listrik di pulau NTB dan NTT.

"Dengan beroperasinya seluruh proyek ini kebutuhan listrik di NTB dan NTT tidak akan kurang, total kapasitas 350 MW apabila pelanggan yang butuh listrik 900 VA per rumah tangga, akan bisa mengaliri sekurangnya 350-400 ribu rumah tangga," tambah Jonan.

Jonan pun menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pemerintah Daerah NTB dan NTT sehingga pengembangan infrastruktur kelistrikan disini bisa ditargetkan selesai pada 2018, kecuali PLTU Lombok Peaker yang diperkirakan selesai pada 2019.

"Saya juga sangat berterima kasih atas dukungan bapak Gubernur NTB  dan NTT karena dukungan ini sangat penting untuk pengembangan listrik disini, PLTGU Lombok Peaker akan memakan waktu sampai 2019, lainnya akan selesai 2018," tuturnya.