Menkop UKM Inisiasi Koperasi Jadi Pengelola Pasar Rakyat

MONITOR, Bangli – Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga meresmikan beroperasinya Pasar Rakat Desa Bayunggede, Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, Selasa (16/1). Penandatanganan prasasti menandai peresmian pasar tersebut. Pasar Rakyat Bayunggede termasuk dalam program revitalisasi Kementerian Koperasi dan UKM yang sumber anggarannya berasal dari dana tenaga pembantuan tahun 2017 sebesar Rp 684 juta. 

Hadir dalam acara peresmian ini, yakni Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM I Wayan Dipta, Bupati Bangli I Made Gianyar, Kadiskop UKM, Tenagakerja, dan Transmigrasi Bangli, para pimpinan bank penyalur KUR, perwakilan pengurus koperasi dan pelaku UKM, pemuka agama, serta tokoh masyarakat dan tokoh adat.

“Besar harapan kami dengan diresmikannya Pasar Desa Bayunggede ini dapat memberikan manfaat besar bagi para pedagang dan masyarakat di sekitarnya,” kata Menteri Puspayoga dalam sambutannya.

Program revitalisasi pasar rakyat merupakan implementasi program kerja Kabinet Kerja yang diarahkan kerjasamanya antara pemerintah pusat dan daerah, serta koperasi sebagai pengelola. Pemerintah pusat menyediakan anggaran yang bersumber dari APBN, sedangkan pemda menyediakan lahan untuk lokask pasar.

Dalam upaya meningkatkan produktivitas rakyat dan saya saing di pasar internasional pemerintah pusat berencana membangun 5.000 pasar tradisional di seluruh Indonesia dan memodernisasi pasar tradisional yang sudah ada. Sejak 2015-2017 sudah sebanyak 196 unit pasar tradisional telah direvitalisasi yang pengelolaannya diserahkan kepada koperasi.

Revitalisasi Pasar Rakyat Bayunggede sendiri merupakan solusi dari kendala yang selama ini dihadapi para pedagang, yakni dalam hal kesulitan dalam akses pasar, serta ketersediaan tempat usaha yang layak. Selanjutnya, menurut Puspayoga akan lebih baik pengelolaan pasar tradisional ini diserahkan penuh kepada Koperasi Kerta Wisata Bayunggede. 

“Pengelolaannya harus dibuatkan koperasi pasar. Harus mencontoh koperasi pasar di Klungkung Srinadi. Itu sudah mampu membangun toko bangunan, supermarket pariwisata. Ini kan pengelolannya profesional,” tandasnya. 

Puspayoga berharap ke depan, Koperasi Kerta Wisata Bayunggede harus siap untuk menjalankan aktivitasnya sebagai pengelola pasar, bahkan mampu menciptakan segala aspek peluang dalam tata kelola pasar yang pada akhirnya menghasilkan kontribusi kepada pendapatan daerah, serta bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memberikan peluang kerja bagi masyarakat lokal. 

“Saya mengharapkan para pedagang dan masyarakat agar benar-benar memanfaatkan sarana pasar yang representatif ini dengan sebaik-baiknya. Peliharalah kebersihan, dan lingkungan pasar, serta utamakan komoditas yang dijual merupakan produk lokal sehingga keberadaan pasar ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuh Puspayoga.

Bangli mengajukan rencana revitalisasi tiga pasar tradisional kepada Kemenkop dan UKM, namun satu unit pasar yang telah terealisasi, yakni Pasar Rakyat Bayunggede. Dua pasar tradisional lainnya masih perlu memenuhi syarat administrasi terutama dalam hal perijinan, dan penyediaan lahan serta aset yang jelas kepemilikannya.

Bupati Bangli I Made Gianyar memastikan pengelolaan Pasar Rakyat Bayunggede akan dilakukan oleh Koperasi Kerta Wisata Bayunggede. Sekaligus menjadi tantangan bagi koperasi untuk bisa mengelola pasar dengan baik.

“Ini langkah awal untuk kemajuan Desa Bayunggede dan penataan desa menjadi desa wisata nanti diharapkan tidak kalah menarik dengan lainnya,” ungkap I Made Gianyar. 

Dalam kesempatan itu, Menteri Puspayoga turut menyerahkan bantuan program strategis Kemenkop dan UKM, diantaranya bantuan Sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK), Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), Izin Usaha Mikro Kecil (IUMK), dan bantuan perkuatan modal bagi pelaku UKM berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR). Usai peresmian, Menteri Puspayoga langsung meninjau lokasi pasar.