Mengintip Rangkaian Agenda TEI 2017

MONITOR, Serpong – Terkait paket kebijakan ekonomi untuk menyederhanakan perizinan dan waktu pengurusan izin, saat ini Kementerian Perdagangan telah memotong 49 perizinan dan sebanyak 98 perizinan dilakukan secara online.

Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional, Iman Pambagyo menyatakan, dari 98 perizinan online tersebut, sebanyak 47 perizinan menggunakan tanda tangan digital. Penyeder-hanaan ini tentunya dapat meningkatkan persaingan usaha.

"Rangkaian Kegiatan TTI Forum Kegiatan seminar dilanjutkan dengan kegiatan Regional Discussion yang bertujuan memberikan informasi atas produk potensial dan akses pasar luar negeri," ujar Imam Pambagyo.

Begitupun pada hari Jumat (13/10) mendatang, juga akan digelar sesi konsultasi yaitu Business Counseling.

"Kemendag memfasilitasi para peserta UKM dan calon eksportir yang akan mengekspor produk mereka ke negara tujuan ekspor untuk berdiskusi langsung secara individual dengan para Kepala Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI), Atase Perdagangan, Konsul Perdagangan, dan Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) melalui Business Counseling," tutur Iman.

Sesi konsultasi dalam Business Counseling ini dibagi menjadi empat kategori berdasarkan wilayah, yaitu pasar ASEAN and Asia (non-ASEAN); pasar Australia, Timur Tengah, dan Afrika; Pasar Eropa; dan Pasar Amerika.

Kemendag juga mengadakan program bincang-bincang (talkshow) seperti tahun lalu sebagai rangkaian TTI Forum. Hadir sebagai narasumber yaitu Gubernur Riau, Gubernur Sumatra Barat, Gubernur Sumatra Selatan, Gubernur Jawa Barat, dan Bupati Sintang. Para narasumber akan berdiskusi santai dengan para peserta pameran dan pemangku kepentingan, serta menjelaskan potensi daerahnya masing-masing dalam rangka peningkatan ekspor.

Rangkaian acara TTI Forum diwarnai dengan kegiatan baru, yaitu Export Startup Competition. Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama Direktorat Jenderal PEN Kemendag dengan KADIN Indonesia dan National Startup Centre.

Export Startup Competition merupakan kegiatan kompetisi dan edukasi terpadu untuk menghasilkan berbagai startup ekspor yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing dengan mengoptimalkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Kegiatan ini dimaksudkan untuk memotivasi para generasi muda dalam mengembangkan minat berbisnis dan mencetak startup berorientasi ekspor melalui berbagai inovasi usaha dan pengembangan teknologi terapan," pungkas Iman.