Mendag Sebut Surplus Neraca Perdagangan 2017 Lebih Besar

MONITOR, Jakarta – Neraca perdagangan selama tahun 2017 mencatatkan surplus sebesar USD 11,83 miliar secara kumulatif. Nilai tersebut terdiri atas surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 20,40 miliar dan defisit perdagangan migas sebesar USD 8,57 miliar.

Negara mitra yang berkontribusi terhadap surplus perdagangan tahun 2017 ini yaitu India, Amerika Serikat (AS), Filipina, Belanda, dan Pakistan dengan nilai mencapai USD 30,5 miliar.

“Surplus perdagangan sepanjang tahun 2017 ini lebih besar dibandingkan surplus tahun sebelumnya yang hanya mencapai USD 9,53 miliar,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Secara kumulatif, lanjut Mendag, ekspor selama 2017 mencapai USD 168,73 miliar, atau meningkat sebesar 16,2% dibanding tahun 2016 yang nilainya USD 145,2 miliar. Penguatan ekspor di tahun 2017 didukung oleh kenaikan ekspor migas sebesar 20,1% yang disebabkan adanya kenaikan harga minyak.

Meskipun demikian, ekspor nonmigas juga berkontribusi signifikan terhadap penguatan ekspor di tahun 2017. Beberapa produk nonmigas yang nilai ekspornya naik signifikan antara lain besi baja naik 83,3%; bubur kayu/pulp naik 55,2%; bahan bakar mineral naik 42,5%; serta karet dan barang dari karet naik 36,7%.

Selama tahun 2017, ekspor ke negara-negara mitra dagang juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Peningkatan kinerja ekspor Indonesia terlihat antara lain ke China (naik 41%), India (naik 40,4%), Spanyol (naik 27,4%), Filipina (Naik 25,5%), dan Bangladesh (naik 24,8%).