Mendag Klaim Pertumbuhan Ekspor Naik 15,8 Persen

MONITOR, Jakarta – Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan  pertumbuhan ekspor di Indonesia mengalami kenaikan yaitu mencapai USD 168,7 miliar, naik sebanyak 15,8 persen dibandingkan tahun 2016. Pertumbuhan yang signifikan, melesat jauh melampaui target awal sebesar 5,6%. Menurutnya, kenaikan ekspor ini didukung oleh kenaikan ekspor nonmigas dan migas masing-masing sebesar 15,8% dan 20,1% dibanding tahun 2016. 

"Selain itu, inflasi 2017 tercatat cukup rendah yaitu sekitar 3,6%. Angka inflasi bahan makanan sebesar 1,3% menurun tajam dari tahun sebelumnya yaitu 5,7%. Inflasi bahan makanan merupakan terendah dalam lima tahun terakhir," kata Enggar saat konferensi pers Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018)

Selain itu, kemendag juga telah melakukan reorientasi tugas terhadap para pejabat perwakilan perdagangan di luar negeri. Tidak hanya sebagai goverment agent, akan tetapi juga menjadi business agent serta marketing agent.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan ekspor, Kemendag memaparkan pihaknya akan memperbanyak perjanjian perdagangan multilateral dengan negara-negara lain. Hal tersebut dilakukannya karena dorongan dari Presiden Joko Widodo agar Indonesia untuk membuka pasar ekspor baru di negara-negara non tradisional.

"Hampir 10 tahun kita tidak ada perjanjian perdagangan apapun. Baru tahun lalu dengan Chile," kata Enggar. 

Sementara itu, Perluasan pasar non tradisional juga dilakukan oleh pihaknya pada tahun 2017, berkontribusi positif terhadap pertumbuhan nilai ekspor non migas seperti Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah dan Asia Selatan.

 "Kami telah melakukan misi dagang ke Afrika Selatan, Nigeria, Mesir, Rusia, dan Chilli dengan total transaksi lebih dari USD 264,7 juta," katanya.

Momentum yang baik pada awal tahun 2018 juga tercipta saat dirinya mendampingi Presiden ke 5 negara di Asia Selatan yaitu Srilanka, India, Pakistan dan Bangladesh. 

Hal tersebut dilakukannya, untuk melakukan misi dagang ke India dan Pakistan. Sekaligus mempercepat proses perundingan internasional dengan negara-negara tersebut, 

Enggar melanjutkan, India, Pakistan serta Bangladesh merupakan 10 penyumbang besar dalam neraca perdagangan di Indonesia. 

Perjanjian kerjasama juga dilakukan, dalam sektor energi, pihaknya telah menandatangani perjanjian ekspor LNG ke Pakistan dan Bangladesh.

"Semoga setelah kunjungan dari India, terutama Pakistan dan Bangladesh,  berbagai produk dari Indonesia bisa segera masuk ke negara tersebut," harapnya.