Melihat Kesiapan Lebaran dari Sektor Migas, Kelistrikan dan Kebencanaan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan persiapan jelang Idul Fitri 1438 H di 3 sektor ESDM yaitu: Sektor Minyak dan Gas Bumi, Ketenagalistrikan dan Kebencanaan Geologi.

Pembentukan Satuan Tugas Sektor Energi (Satgas Energi) lintas Kementerian guna memastikan ketersedian pasokan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bakar Gas (BBG), Liquefied Petroleum Gas (LPG), Listrik, hingga antisipasi bencana kegeologian sebelum dan selama Idul Fitri 1438 H, untuk memastikan semuanya berada pada posisi aman bagi masyarakat.

Kesiapan sektor migas untuk penyediaan BBM dan LPG secara nasional tidak ada kendala. Terdapat beberapa depot kritis yaitu Terminal BBM Teluk Kabung (solar dengan CD 1.2 hari, stok 1.556), Depot LPG Panjang (LPG dengan CD 1.4 hari, stok 895 MT) dan TBBM Plumpang (Pertamax dengan CD 1.2 hari, stok 6.354 KL).

Ketiga depot kritis tidak akan menimbulkan kelangkaan BBM, untuk TBBM Teluk Kabung sudah ada rencana suplai selanjutnya dengan estimasi tanggal 22 Juni 2017, Depot LPG Panjang suplai selanjutnya sebanyak 1.704,57 MT sedangkan untuk TBBM Plumpang dalam proses discharge dari kapal.

Sementara itu untuk pendistribusian BBM dan LPG secara umum/nasional berjalan normal dan telah dilakukan monitoring ke lapangan di wilayah Medan, Yogyakarta, Jalur Cipali, Sumatera Barat, Tegal-Brebes-Pekalongan, Kulonprogo-Bantul-Magelang, Bali, Cilacap-Banyumas-Kebumen, Makassar dan Ketapang (Banyuwangi).

Update terkait antisipasi Pendistribusian BBM per 22 Juni 2017:

1. Telah beroperasi total 50 KiosK Pertamax di wilayah MOR III dan IV dan PT. AKR Corporindo, Tbk beroperasi 3 KiosK AKRA 92 di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

2. 10 serambi Pertamax telah dioperasikan sesuai dengan rencana.

3. Motor Pertamax sebanyak 83 unit siap beropersasi.

4. Hingga hari ini Jalur Tol Fungsional Trans Sumatera belum dapat dioperasikan. Sedangkan untuk tol Fungsional Brebes-Semarang telah diresmikan. Rencana akan dioperasikan selama 24 jam dengan menggunakan penerangan lampu darurat.

Proses penyaluran BBM dan LPG juga berjalan normal dan lancar (BBM jenis Premium: 20,63 hari; Solar: 24,22 hari; Pertalite: 23,25 hari; Kerosene: 93,2 hari; Pertamax: 22,27 hari; Pertamax Turbo: 27,50 hari; Pertamina Dex: 31,80 hari; LPG: 13,3 hari dan Avtur 29,8 hari).

Realisasi Pendistribusian BBM Tahun 2017 dari H-15 s.d H-3 kenaikan yang signifikan terjadi pada hari ke 07 (H-9) dengan kenaikan sebesar 64% apabila dibandingkan dengan realisasi pendistribusian BBM tahun 2016 pada periode yang sama. Pada Realisasi Pendistribusian BBM Tahun 2017 hari ke-13 (H-4), terdapat kenaikan sebesar 2%.

Pada sektor ketenagalistrikan secara nasional beban puncak siang sebagian besar dalam kondisi normal. Sistem kelistrikan wilayah kondisi normal sebanyak 19 daerah (cadangan cukup) dan 4 daerah dalam kondisi siaga (cadangan lebih kecil dari pembangkit terbesar) yaitu: Aceh Sumut (SBU), Sumbar Riau Jambi (SBT), Sorong + Papua Isolated dan Jayapura. Secara keseluruhan total pasokan nasional sebesar 31.481,10 MW. Beban puncak sebesar 27.907,73 MW sehingga cadangan operasi sebesar 3.573,37 MW.

Sedangkan untuk sektor kebencanaan Geologi telah terjadi 3 (tiga) kali kejadian gerakan tanah di Kabupaten Wajo, Kabupaten Gowa, dan Kabupten Klungkung. Laporan dan rekomendasi telah dibuat serta pembaruan distribusi. Sementara itu, monitoring menerus terhadap Gunung Sinabung dengan tingkat kegiatan level IV (Awas), terekam 1 (satu) kali aktivitas letusan pada tanggal 22 Juni 2017 pukul 14.00 – 18.00 WIB. (DEP)