Mandiri Siapkan Pelayanan UE di Papua

MONITOR, Jayapura – Bank Mandiri menyatakan tengah menyiapkan pelayanan transaksi Uang Elektektronik (UE) untuk mendukung gerakan non tunai Papua 2017. Langkah itu dilakukan untuk membantu meningkatkan penggunaan instrumen non tunai dalam bertransaksi pembayaran di Indonesia.

“Sehingga suatu komunitas atau masyarakat yang lebih menggunakan instrumen non tunai,” kata  Vice President Bank Mandiri Region XII Papua, I Gede Raka Arimbawa, Kamis (5/10/2017).

Gede menjelaskan  kartu pra bayar yang diterbitkan berfungsi ganda sebagai pengganti uang tunai, kartu itu dilengkapi teknologi Radio Frequency Identification (RFAD) yang memungkinkan pemegang kartu bisa transaksi hanya dengan tapping atau menempelkan kartu ke reader.

“Instrumen non tunai Bank Mandiri hingga september 2017 telah di dukung oleh 251.637 Elektronik Data Capture(EDC) tersebar di seluruh Indonesia,” kata Gede menambahkan.

Menurut dia khusus untuk Bank Mandiri Region XII Papua telah di dukung 2.839 EDC yang tersebar di Papua dan Papua Barat untuk penggunaan Kartu Debit, Kartu Kredit, E-cash, dan Prepaid .

Penyediakan Kartu e-money bagi nasabah maupun non- nasabah yang dapat diperoleh di Jaringan Cabang Bank Mandiri dengan biaya pembelian  sebesar Rp 20 ribu.

“Itu dapat digunakan di Restaurant, SPBU, Department Store, Mini Market dan Convenience Store yang tersebar di Papua dan Papua Barat,” katanya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua, Joko Supratikto menyatakan penetrasi penggunaan uang non tunai di Papua sangat sedikit sehingga pasar murah ini sebagai edukasi awal kepada masyarakat.  Ia mengakui penggunaan non tunai pertama kali daa alurnya lebih panjang.

“Karena masyarakat harus membeli uang elektronik, kemudian membeli kupon dan tukarkan dengan barang,” kata Joko.

Tercatat baru 5 persen di Tanah Papua penggunaan uang tunai. “Hal ini kan terus kita coba tingkatkan uang elektronik bertahap, tapi kita harap ini akan dievaluasi," katanya.