Kosmetik Halal Indonesia Tembus Pasar Bangladesh

MONITOR – Siapa yang tak kenal Wardah? Kosmetik halal asal Indonesia ini telah menembus pasar baru, yaitu Bangladesh. Adalah Symon Imran Hyder, seorang pengusaha muda yang berjasa membawa produk-produk Wardah kepada perempuan-perempuan Bangladesh.

Namun ternyata perjuangan Symon tidak mudah, sebagaimana yang diceritakannya kepada Dubes Rina Soemarno ketika memperkenalkan outlet Wardah di AR Plaza, Dhanmondi, di Dhaka. Begitu banyak waktu, dana, dan usaha yang dikeluarkan Symon demi membawa Wardah masuk ke Bangladesh. Perlu sejumlah sesi rapat dan presentasi hanya untuk meyakinkan produsen Wardah bahwa dirinyalah partner terbaik untuk pasar Bangladesh. Symon menuturkan bahwa dirinya pernah di-"ping-pong" antara Wardah Indonesia dan distributor Wardah di Malaysia.

"Masuknya Wardah ke pasar Bangladesh, berkat kegigihan Symon, merupakan bukti keunggulan dan kepercayaan akan kualitas dan inovasi produk-produk Indonesia. Pasar Bangladesh masih terbuka luas bagi produk-produk Indonesia yang kualitasnya sangat dipercaya di sini," demikian komentar Dubes Rina Soemarno yang sangat kagum akan semangat dan minat pengusaha Bangladesh memasukkan barang konsumen dari Indonesia ke pasar lokal.

Setelah Wardah berhasil diyakinkan, Symon terkendala dengan perizinan. Kendala lain juga muncul ketika Symon berhadapan dengan pihak Imigrasi. Symon menuturkan bahwa dengan latar belakangnya sebagai warganegara Bangladesh, tidak mudah meyakinkan pihak-pihak yang berwenang di Indonesia bahwa dirinya benar-benar melakukan usaha yang bonafide dan bersih.

Usaha kerasnya berbuah manis. Sejak akhir 2016, Symon resmi memasarkan Wardah di Bangladesh. Kini Wardah telah memiliki  2 (dua) outlet di Dhaka, yaitu di Police Plaza, Gulshan dan di AR Plaza, Dhanmondi. Symon begitu gigih mendatangkan Wardah ke Bangladesh, karena belum ada produk kosmetik yang menyandang status halal, "I found that Wardah has a suitable formula for Bangladeshi skins and can fit in the halal inscription for the Muslim group".

Symon menyatakan bahwa dirinya adalah seorang serial enterpreneur, pengusaha yang berfokus lebih kepada brand trendsetter dan pengembangan usaha kecil dan menengah. Symon mengatakan bahwa keuntungan bukan tujuan utamanya, "Profit is always number two, the main purpose in developing business is trying to be different and always come up with fresh ideas".

 

Keunikan Symon tersebut bisa jadi menjadi daya tarik sehingga Wardah akhirnya mempercayakan penjualan produk-produknya di Bangladesh. Semangat Wardah yang ingin menginspirasi, khususnya bagi para perempuan, tergambar dalam semangat Symon yang terus berusaha menampilkan hal-hal yang berbeda dalam usaha yang digelutinya.

Keberadaan Wardah di Bangladesh sangatlah tepat. Sangat logis Wardah masuk ke Bangladesh karena negara yang berpenduduk lebih dari 160 juta jiwa ini mayoritasnya, yaitu lebih dari 140 juta masyarakatnya, beragama Islam. Oleh karena itu, Bangladesh memiliki pasar yang sangat besar dan menjanjikan. Symon mengatakan bahwa dirinya berencana membuka outlet Wardah di Chittagong, kota kedua terbesar di Bangladesh. Semoga dalam waktu dekat Wardah dapat melebarkan sayapnya bukan saja di Bangladesh, tetapi juga di seluruh negara Asia Selatan.

Wardah adalah pioner dalam bidang kosmetik yang dibuat dengan bahan baku halal dan telah menginspirasi banyak perempuan di Indonesia. Wardah semakin kukuh sebagai perusahaan kosmetik halal dengan menyabet sertifikasi GMP (Good Manufacturing Practice) dan HAS (Halal Assurance System).