Komitmen Bina Napi, Menperin Teken MoU dengan KemkumHAM

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Peningkatan Pembinaan dan Bimbingan Kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan. Komitmen ini merupakan pembaruan dari kerja sama sebelumnya yang telah disepakati sejak 24 Mei 2012. 

“Nota Kesepahaman ini merupakan upaya bersama Kemenperin dan Kemenkumham untuk terus menciptakan bibit wirausaha baru melalui pembinaan kemandirian,” kata Menperin Airlangga. Warga binaan di lembaga pemasyarakatan diharapkan menjadi pelaku usaha yang kreatif sehingga siap berkompetisi dalam industri saat selesai menjalani masa pembinaan.

“Jumlah warga lapas yang dibina tergantung dari Kemenkumham. Pasalnya, saat ini banyak generasi muda yang sedang jadi warga binaan. Kalau dalam pembinaan mereka tidak ada pekerjaan, jadi kurang produktif, makanya perlu ada pelatihan,” paparnya.

Menurut Airlangga, pembinaan warga lapas sebagai wirausaha baru merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan potensi dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia sekaligus untuk terus berupaya meningkatkan perekonomian nasional. 

“Dengan pembinaan sosial yang baik dan dengan penyaluran bakat melalui pembinaan dan bimbingan, wirausaha baru diharapkan dapat turut memberikan efek positif pada lingkungan sekitarnya, khususnya setelah selesai menjalani masa pembinaan,” tambahnya.

Oleh karenanya, setiap tahun Kemenperin memfasilitasi pameran hasil produksi lapas untuk semakin mempromosikan hasil karya warga binaan yang cukup kreatif dan inovatif. Apalagi saat ini didukung dengan adanya e-commerce. “Akses pasar digital bisa jadi alternatif, karena saat ini ekonomi digital tumbuh satu persen, dan diharapkan lima tahun ke depan bisa meningkat jadi 10 persen,” ucap Airlangga.

Dirjen Gati menyampakan, untuk implementasi kerja sama kedua kementerian ini, telah dilakukan beberapa kegiatan yang dapat menumbuhkan keterampilan dan keahlian bagi narapidana sekaligus meningkatkan kualitas produk-produk yang dihasilkan oleh para narapidana tersebut. 

Kegiatan itu, antara lain pelatihan kewirausahaan di Lapas Wanita Kelas IIB Anak dan Wanita, Tangerang, Banten untuk dua angkatan dengan jumlah peserta 30 orang pada tahun 2012, kemudian melaksanakan in house training Wirausaha Baru Lapas untuk Pakaian Jadi dan Bordir di Lapas Kelas IIA Wanita, Palembang, Sumatera Selatan dengan jumlah peserta 15 orang tahun 2014.

Selanjutnya, penyelenggaraan bimbingan teknis dan start up untuk produk kerajinan di Lapas Kota Palu dengan jumlah peserta 20 orang tahun 2015, serta kegiatan promosi produk-produk Lapas produktif seluruh di Indonesia yang digelar di Plasa Pameran Industri, Gedung Kemenperin sejak tahun 2012. 

“Dengan adanya kerja sama lanjutan tahun ini, kami berharap dapat meningkatkan kegiatan dalam penumbuhan wirausaha baru untuk warga binaan,” ungkap Gati. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk turut meningkatkan populasi industri nasional. Upaya ini pun akan mendorong pemerataan ekonomi nasional yang membawa kesejahteraan masyarakat secara inklusif.