Kepala Badan Kebijakan Fiskal Klaim Utang Indonesia masih Kategori Aman

MONITOR, Jakarta – Polemik Kebijakan Utang Luar Negeri Indonesia terus berlanjut hingga kini. Ekonom, Politisi dan berbagai pihak-pun banyak mengkhawatirkan terkait kondisi utang yang terus melonjak tinggi. Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara mengatakan jika utang Indonesia saat ini masih kategori aman.

Menurut Suahasil, pada jaman orde baru kondisi utang luar negeri indonesia sangat mengkhawatirkan dimana sebanyak 95% utang dalam mata uang asing.

"Kalau tahu, sebenarnya jaman orde baru utang Indonesia 95% dalam mata uang asing," kata Suahasil dalam peluncuran laporan terbaru Bank Dunia: Indonesia Economic Quarterly (IEQ) edisi Maret 2018 di Soehana Hall, The Energy Building,SCBD, Jakarta, Selasa (27/3).

Suahasil menegaskan Rasio Utang Indonesia per-Februari 2018 sebesar 29.2% dari PDB. Hal itu menunjukan apabila jumlah utang tersebut masih dalam batas aman.

Saat ini, lanjut Suahasil pemerintah terus mengurangi paparan utang dalam mata uang asing. Selain itu, pemerintah pada 200 juga mengeluarkan undang-undang keuangan negara yang berusaha menata pengelolaan utang pemerintah.

"Bisa dibilang saat ini pengelolaan utang pemerintah sudah sangat profesional. Pemerintah mempunyai beberapa strategi dalam mengelola utang. Pertama adalah berusaha mengelola jatuh tempo utang jangan sampai membebani masa depan. Selain itu, pemerintah juga berusaha menjaga komunikasi dengan pasar dan memperbaiki pengelolaan utang dan struktur belanja negara" ungkapnya.