Kemendag Akui, Peran Logistik Penting bagi Pertumbuhan Ekonomi

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perdagangan terus berupaya mendorong peningkatan daya saing perdagangan nasional. Salah satunya melalui kegiatan diseminasi hasil pengkajian dan pengembangan sektor perdagangan Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP). 

Kegiatan dengan tema “Peran Logistik Nasional dalam Mendukung Daya Saing Ekspor dan Stabilitas Harga Pangan” tersebut, berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Selatan, hari ini, Rabu (21/3).

“Ketersediaan fasilitas logistik menjadi aspek penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah bahkan menempatkan Logistik sebagai salah satu dari enam area reformasi kebijakan yang dituangkan dalam 15 Paket Kebijakan Ekonomi.

Dari seluruh Paket Kebijakan Ekonomi tersebut, terdapat tiga paket yaitu Paket ke-2, ke-9 dan ke-15 yang secara langsung ditujukan untuk perbaikan logistik nasional dalam rangka mendukung daya saing Indonesia,” ujar Kepala BPPP Kasan dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Kasan menjelaskan BPPP telah melakukan sejumlah kajian terkait peran fasilitas logistik untuk meningkatkan kinerja perdagangan, antara lain dengan melihat peran Pusat Logistik Berikat (PLB) dan Sistem Resi Gudang (SRG). 

BPPP telah melakukan kajian evaluasi manfaat pusat logistik berikat dalam rangka mendukung daya saing industri nasional dan kajian implementasi SRG komoditas perkebunan khusususnya kopi.

“Kedua hasil kajian ini diharapkan akan memberikan gambaran tentang PLB dan SRG sebagai fasilitas logistik yang dapat mendukung daya saing perdagangan dan stabilitas harga produk pertanian dan perkebunan,” jelas Kasan.

Berdasarkan hasil kajian, keberadaan PLB secara umum mampu meningkatkan kinerja logistik nasional karena memberikan perbaikan dari sisi biaya dan waktu logistik. Khususnya dalam hal pengiriman bahan baku pemasok ke gudang PLB, pengiriman barang dari gudang PLB ke pelaku usaha, dan waktu penyimpanan bahan baku.

Oleh karena itu, Kemendag akan terus mendorong penggunaan fasilitas PLB bagi pelaku usaha, terutama untuk meningkatkan kinerja industri berorientasi ekspor.