Juni 2017, Inflasi Yogyakarta tetap terjaga

Monitor,Jakarta– Jelang lebaran tepatnya Juni 2017, Bank Indonesia (BI) memperkirakan  inflasi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan tetap terjaga. Sebab, harga komoditas yang mengakibatkam meningkatnya inflasi tidak mengalami kenaikan signifikan, bahkan cenderung stabil.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Budi Hanoto mengatakan, BI belum bisa memprediksi kisaran inflasi pada Juni lantaran masih berjalan setengah bulan. Budi optimistis inflasi bulan ini terkendali di level 0,43 persen menyusul harga komoditas yang mengalami kenaikan hanya bawang putih.

“Kenaikan harga bawang putih tidak berpengaruh besar terhadap inflasi, bobotnya sedikit. Yang besar itu beras, daging sapi, daging ayam, tapi harganya stabil dan ada yang turun,” lanjut Budi.

Meski inflasi masih terjaga, Budi menilai, masih ada faktor yang masih perlu diwaspadai yaitu kelompok harga yang diatur pemerintah atau administered prices. Harga yang diatur pemerintah itu, antara lain tarif listrik, angkutan Lebaran, dan harga bahan bakar minyak (BBM). 

“Kenaikan harga administered prices ini mempengaruhi (inflasi). Makanya percuma jika kami sudah berupaya menekan harga komoditas serendah mungkin, tapi harga yang diatur pemerintah ini naik, tetap inflasi,” kata Budi.

Untuk mengatasi kenaikan administered prices itu, Budi mengatakan pihaknya telah meminta sejumlah intansi terkait untuk tidak serta merta menaikan harga tarif agar inflasi di DIY tetap terjaga.