Jubir Pertamina: Kami Jamin Pasokan LPG di Indonesia Aman

Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Adiatma Sardjito (dok: Tsani Monitor)

MONITOR, Jakarta – PT Pertamina (Persero) memproyeksikan puncak kenaikan konsumsi LPG jelang lebaran terjadi pada hari Kamis (14/6), atau H-1 lebaran, seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menyiapkan berbagai hidangan untuk lebaran.

Vice President Corporate Communication, Adiatma Sardjito, bahkan memproyeksikan konsumsi LPG akan meningkat pada puncaknya hari Kamis sebesar 20 Persen, atau mencapai 27.800 Metric Ton (MT) per hari.

Maka dari itu, untuk memudahkan akses masyarakat mendapatkan LPG, Adiatma mengatakan pihaknya telah menyiapkan 31 ribu pangkalan siaga yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Hal ini kami lakukan untuk memastikan kebutuhan konsumen akan tercukupi dan memberikan kemudahan masyarakat untuk mendapatkan LPG di pangkalan, mengingat beberapa pengecer sudah tutup atau pemiliknya mudik,” kata Adiatma.

Hingga hari Rabu (13/6) penjualan LPG nasional mencapai 27.713 MT atau sudah mendekati konsumsi peak yang diproyeksikan Pertamina. Peningkatan konsumsi tersebut sudah terjadi sejak akhir pekan menjelang cuti bersama, yakni pada 9 Juni 2018.

“Kami menjamin pasokan LPG di seluruh Indonesia aman, karena stok nasional masih diatas rata-rata yakni sekitar 19 hari,” katanya.

Perlu diinformasikan bahwa kebijakan penerapan distribusi LPG 3kg bersubsidi berbeda dengan non-PSO dimana Pertamina mengikuti Peraturan Menteri ESDM No.26 Tahun 2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian LPG. Telah diatur pada pasal 18 – 20 tentang pendistribusian LPG dan pengguna LPG tertentu dalam hal ini adalah LPG 3Kg.

Untuk memperoleh LPG 3 Kg, Pertamina menghimbau agar masyarakat membelinya di lembaga penyalur resmi pendistribusian Pertamina seperti pangkalan, agen atau SPBU terdekat, dimana LPG 3 Kg dijual sesuai HET setempat.

Adapun untuk pasokan dan harga elpiji di tingkat pengecer tidak dapat dikontrol Pertamina karena pengecer bukan lembaga penyalur resmi Pertamina sehingga Pertamina hanya bertanggung jawab melakukan pengawasan sampai dengan pangkalan LPG 3kg.