Jasa Marga Terbitkan Sekuritasi Pendapatan Tol

MONITOR, Jakarta – Hingga Semester I Tahun 2017, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, telah mengoperasikan 15 jalan tol dengan total 600 km dan saat ini tengah melakukan pembangunan 16 jalan tol baru hingga tahun 2019, dimana sebanyak 5 jalan tol telah beroperasi sebagian dan 11 jaln tol masih dalam tahap pembebasan lahan dan kontruksi.

Selanjutnya, di tengah keagresifan perseroan yang menargetkan untuk dapat mengoperasikan 210 km jalan tol baru pada tahun 2017, Jasa Marga berhasil membukukan total laba bersih sebesar Rp 1,016 miliar pada semester I tahun 2017. Jumlah tersebut meningkat sebesar 9,79% dibandingkan periode semester I 2016 sebesar Rp 925 miliar. Peningkatan laba bersih ini ditopang oleh peningkatan pendapatan told an usaha lain yang mencapai Rp 4,53 triliun atau meningkat 7,47% dibandingkan semester I 2016. Kemudian, dari sisi pendapatan Tol dJasa Marga berhasil mencapai Rp 3,99 Triliun atau naik sebesar 2,75% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 3,88 triliun. Sementara untuk pendapatan usaha lain berhasil mencapai Rp 543 miliar atau naik sebesar 62,03% dari semester I tahun 2016 yaitu sebesar Rp 335 miliar.

Corporate Secretary, Agus memaparkan Pada sisi EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation & Amortization), Jasa Marga berhasil memperoleh EBITDA sebesar Rp 2,62 Triliun, tumbuh 6,55% dibandingkan Semester I 2016 dan mencapai margin EBITDA sebesar 57,94%.

“kinerja Jasa Marga juga mencerminkan hasil yang cukup baik, dimana seiring dengan aktivitas investasi yang dilakukan", ujar Agus saat konfernesi pers Jumat (18/8/17)

Aktivitas konstruksi ruas-ruas jalan tol baru tercermin pada realisasi pendapatan konstruksi yang mencapai Rp 8,57 triliun atau naik sebesar 243,15% dari tahun 2016 Rp 2,50 triliun. Kegiatan ekspansi Perseroan juga terlihat dari total nilai aset yang mencapai Rp 65,81 triliun meningkat 23,01% dari tahun lalu sebesar Rp 53,50 triliun yang mana ekspansi tersebut dilakukan Perseroan untuk pertumbuhan jangka panjang.

 

Jamkrindo-Jaminan Kredit Indonesia