Jasa Marga Terbitkan Project Bond Bernilai Rp 1,5 Triliun

MONITOR, Jakarta – Inovasi alternatif pendanaan oleh Jasa Marga terus bermunculan, setelah mengeluarkan terobosan dengan menerbitkan sekuritisasi yang berbasis hak atas sebgaian pendapatan ruas Jogorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi) pada Juli 2017, kali ini Jasa Marga berinovasi mengeluarkan Obligasi di level Anak Perusahaan.

Inovasi tersebut dinamakan Project Bond, yang untuk pertama kalinya dilakukan oleh anak usaha Jasa Marga, yaitu PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ) untuk Ruas Tol JORR W2 Utara atau Kebon Jeruk-Ulujami, yang telah beroperasi penuh sejak 2014.

"Saat ini Jasa Marga memiliki 18 Ruas Tol baru yang sebagian besar masih dalam tahap pembangunan dan beberapa lagi telah beroperasi. Sesuai karateristiknya, jalan tol merupakan bisnis jangka panjang sehingga membutuhkan alternatif pendanaan yang sesuai dengan karateristiknya," kata Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Jumat (13/10).

"Salah satunya dengan penerbitan Project Bonds yang bertujuan agar perusahaan mendapatkan bunga yang tetap selama periode pinjaman dan juga pembayaran pokok atas pinjaman dapat menyesuaikan kemampuan cash flow dari project," tambahnya.

Instrumen Project Bond tersebut dinamakan Obligasi I Marga Lingkar Jakarta Tahun 2017, dengan nilai penerbitan sebanyak-banyaknya sebesar Rp 1.500.000.000.000 (satu triliun lima ratus miliar Rupiah) yang dibagi dalam lima tranche, dengan memiliki jangka waktu untuk Seri A: 3 tahun; Seri B: 5 tahun; Seri C: 7 tahun; Seri D: 10 tahun; dan Seri E: 12 tahun. Hasil pemeringkatan yang telah diperoleh adalah IdAAAsf (Triple A structured finance) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia.

Untuk diketahui, PT Marga Lingkar Jakarta dipilih sebagai Project Bond perdana Jasa Marga dengan alasan:

1. Lokasi yang strategis
a. Memiliki konektivitas strategis dengan jalan tol lainnya, terkoneksi dengan Tol Dalam Kota dan jalan tol penghubung Jabotabek (Jakarta–Tangerang, Sedyatmo, Jagorawi, serta Jakarta–Cikampek), sehingga dari sisi lalu lintas tidak membutuhkan waktu lama untuk mencapai kapasitas traffic maksimal.

b.Merupakan Jalur pergerakan barang yang utama di Jabodetabek karena:

– Menghubungkan kawasan industri di Jabodetabek barat dan Jabodetabek timur

– Menyediakan akses ke bandara Soekarno–Hatta di Jakarta Barat dan pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara.

2. Pertumbuhan volume lalu lintas yang sangat baik

Ruas Jalan Tol yang pendek dengan traffic volume yang tinggi karena memiliki panjang 7.67 Km yang terhitung pendek apabila dibandingkan dengan jalan tol lainnya di Indonesia dan volume lalu lintas tinggi karena letaknya yang strategis Large & Growing Customer Base:

a. Traffic Volume yang sudah meningkat secara signifikan dari sejak jalan tol resmi dioperasikan

b. Tingkat pertumbuhan jumlah kendaraan beroda empat di Jabodetabek yang tinggi dari tahun ke tahun
.

3. Robust Financial Performance
Pertumbuhan yang tinggi dan konsisten untuk Pendapatan Tol, EBITDA, Marjin EBITDA dan kondisi keuangan yang stabil. 

PT Marga Lingkar Jakarta memiliki konsesi ruas Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR) Seksi W2 Utara yang didirikan pada tanggal 24 Agustus 2009. Pada tanggal 21 Agustus 2014, Jalan Tol JORR W2 Utara Segmen Ciledug-Ulujami diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menyambung Jalan Tol JORR W2 Utara segmen Kebon Jeruk-Ciledug yang telah lebih dulu diresmikan pada tanggal 26 Desember 2013 sehingga melengkapi seluruh ruas Jalan Tol JORR W2 Utara.