Jangan Pandang Sebelah Mata, Ekonomi Kerakyatan adalah Fondasi Pembangunan Indonesia

MONITOR, Jakarta – Permodalan Nasional Madani (PNM) Leaders Forum membahas dan membekali para pemimpin PNM untuk penajaman perannya dalam pembangunan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan usaha kecil mikro dan ibu-ibu pra-sejahtera.

Forum dengan tema ‘Shaping Future Into The Best and Most Unique Company’ juga menghadirkan Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) sebagai salah satu core bisnis perusahaan yang menyalurkan pembiayaan ultra mikro kepada ibu-ibu prasejahtera / masyarakat prasejahtera. Saat ini total kantor cabang Mekaar seluruh Indonesia sebanyak 1.304 dengan jangkauan wilayah Mekaar sebanyak 24 provinsi dan telah melayani 2.400.000 juta ibu-ibu prasejahtera. Outstanding hingga saat ini 2,8 T.

Pengamat ekonomi Faisal Basri mengungkapkan optimisme pada ekonomi kerakyatan adalah fondasi dalam membangun ekonomi Indonesia. Ia lebih menekankan peranan penting sinergi antar usaha dimasyarakat. Bagaimana usaha bisa saling mendukung. Demikian juga sinergi antar BUMN.

“Pembangunan ekonomi itu merupakan peran penting,” katanya, saat ditemui di The Ballroom Hotel Aryaduta Jakarta, Selasa (13/2).

Tidak hanya itu, Hal sedemikian ditambahkan oleh pembicara selanjutnya yaitu Mochtar Riyadi, Pendiri dan Presiden Komisaris Lippo Group.

Ia mengatakan, dengan pengalaman sebagai pengusaha sukses, ia membagi ilmu bagaimana dirinya bisa membangun kerajaan bisnisnya. “Kuncinya adalah ketekunan dan cermat membaca pasar. Artinya jangan pernah menyerah dan terus berusaha. Saat ini kunci keberhasilan untuk pengusaha adalah mereka yang bisa bertahan pada perubahan dan mengerti perubahan teknologi,” ujar Mochtar.

Acara ditutup oleh paparan Co-Founder & CEO Investree Adrian Gunadi yang menyampaikan trend digital payment dan investasi.

Perlu diketahui, PNM adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara yang didirikan oleh pemerintah pada tahun 1999 telah melakukan dua kali transformasi. Transformasi pertama yaitu dengan hadirnya ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) sebagai salah satu core bisnis perusahaan yang menyalurkan pembiayaan dan pendampingan pada segmen usaha mikro. Saat ini jumlah kantor ULaMM di seluruh Indonesia sebanyak 64 kantor cabang dan 631 unit layanan dengan jangkauan wilayah ULaMM sebanyak 29 provinsi.