Ini Penyebab Deflasi Agustus

MONITOR, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada Agustus 2017 terjadi deflasi sebesar 0,07% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 129,91, Senin (4/9/2017) .

Kepala Badan Pusat Statistik, Dr. Suhariyanto menuturkan, “Deflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 2,08% dan terendah terjadi di Samarinda sebesar 0,03%. Sementara inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe sebesar 1,09 % dan terendah terjadi di Batam sebesar 0,01%,”

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan sebesar 0,67% dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,60%.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks adalah: kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,26%; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,10%; kelompok sandang sebesar 0,32%; kelompok kesehatan sebesar 0,20%; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,89%.