Ini Harapan Ketum KADIN di ‘Tahun Politik’ 2018

MONITOR, Jakarta – Memasuki tahun 2018 yang disebut tahun politik, dunia usaha butuh suasana damai yang mendukung keberlangsungan usahanya. 

Oleh karena itu, semua pihak diminta hendaknya menghindari resistensi yang berujung pada krisisi atau kegaduhan politik.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Eddy Ganefo, di Jakarta. 

Kegaduhan politik, menurut Edy, sangat berdampak pada keberlangsungan dunia usaha. Banyak investor yang akan menunda atau bahkan lari investasinya sampai kegaduhan ini berlalu. Berdampak juga pada masyarakat yang kemudian menahan diri untuk melakukan aktivitas ekonominya. 

Eddy berharap pemerintah dan aparat keamanan menjamin rasa aman dalam memasuki tahun politik 2018 hingga 2019. Menurutnya, pelaku usaha selalu cenderung menahan ekspansi di tahun-tahun politik jika situasi tidak kondusif atau terjadi kegaduhan dan menunggu saat yang kondusif lagi untuk berusaha (wait and see). 

Karena itu, harap Eddy, dinamika politik yang muncul pada tahun politik ini harus dikelola dengan baik sehingga pencapaian ekonomi di tahun 2017 akan naik signifikan di tahun ini dan 2019. 

Namun demikian, Eddy tetap optimis, pengaruh dinamika politik di tahun pelaksanaan Pilkada, Pemilu dan Pilpres ini tidak signifikan terhadap dunia usaha. Beberapa kebijakan pemerintah telah menjaga agar ekonomi ini tetap berjalan dengan baik. Misalnya, tahun 2018 ini, Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan akan memanfaatkan dana desa untuk kegiatan padat karya (cash for work). Itu artinya akan ada penguatan daya beli masyarakat. 

Di sisi lain  beberapa usaha juga terus berkembang memasuki tahun politik. Misalnya industri makanan dan minuman, baju kaos dan indutri cetakan. 

"Biasanya dalam Pilkada, Pemilu, dan Pilpres akan ada banyak kegiatan. Ini akan meningkatkan indutri tertentu misalnya makanan dan minuman, hunian hotel, dan transportasi," jelasnya. 

Eddy pun mengimbau pelaku usaha tetap optimis dalam menjalankan usahanya saat memasuki tahun politik.