Ini Cara Bank Mandiri Tingkatkan Penggunaan E-Money

MONITOR, Bandung – Kartu elektronik e-money yang bisa digunakan untuk pembayaran tol maupun parkir masih belum populer di semua kalangan masyarakat sehingga pembelian e-money masih terbilang minim. Hal tersebut salah satunya dikarenakan informasi mengenai e-money masih minim diterima masyarakat.

Untuk menjawab persoalan diatas, Bank Mandiri melalui Diah Eka Purwanti selaku Transaction Banking Mandiri Regional Bandung menerapkan strategi dengan cara menerbitkani edisi kartu e-money yang menarik mengikuti tren kekinian seperti kartu ATM yang memiliki desain menarik dengan gambar pemeran film Justice League.

"Menggunakan tema supaya kekinian, orang jadi tertarik beli, kita juga melihat trend-nya sekarang apa sih, nah kebetulan film Justice League baru tayang, kita pakai itu," ujar Diah setelah memberikan seminar Implementasi Era Non Tunai bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha di Universitas Sangga Buana, Senin (20/11).

Diah menambahkan untuk harga kartu e-money sendiri bervariasi di setiap tempat penjualan, yaitu di Alfamart, Indomart, Yogya, dan bisa langsung membeli di Bank Mandiri.

"Harga kartu e-money desain biasa dijual seharga Rp 20 ribu untuk pembelian di Bank Mandiri, sedangkan untuk edisi spesial dijual seharga Rp 60 ribu," tambahnya.

Diah menjelaskan e-money adalah jenis kartu offline, sehingga setiap pemakainya tidak perlu takut uangnya hangus ketika e-money tidak digunakan untuk pembayaran apapun.

Sebagai informasi, kartu e-money diluncurkan oleh pemerintah untuk digunakan sebagai alat pembayaran agar memudahkan masyarakat ketika bertransaksi. E-money bisa digunakan untuk pembayaran kartu tol, parkir bahkan menonton di bioskop XXI. (Adv)