Industri Perhiasan Disebut sebagai Sektor Andalan Jawa Timur

MONITOR, Surabaya – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan prospek bisnis industri perhiasan di Indonesia masih cukup menjanjikan. Selain mulai membaiknya kondisi perekonomian nasional tahun ini, potensi pengembangan sektor ini juga didukung dengan populasi penduduk yang besar, pertumbuhan kelas menengah, dan faktor kultur masyarakat Tanah Air.

“Untuk jumlah industri perhiasan di Provinsi Jawa Timur, saat ini sebanyak 26 industri berskala besar dan menengah, serta sekitar 1.854 industri berskala kecil yang tersebar di berbagai sentra industri seperti Surabaya, Gresik, Lamongan, Pasuruan, Lumajang dan Pacitan,” papar Airlangga.

Jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 17.600 orang, yang berdampak pada meningkatnya ekonomi nasional serta mengurangi kemiskinan. Menperin menambahkan, industri perhiasan merupakan salah satu sektor andalan bagi Jawa Timur.

Hal ini terlihat dari kontribusi nilai ekspor produk perhiasan yang mencapai USD 3,44 miliar atau sebesar 19,17 persen dari total ekspor non-migas di Jawa Timur.

“Atau 64,42 persen dari total ekspor produk perhiasan nasional senilai USD 5,34 miliar,” ungkapnya.

Negara tujuan ekspor produk perhiasan terbesar dari Jawa Timur pada tahun 2016 adalah Swiss, Jepang, Singapura dan Hongkong. “Namun, negara pesaing utama ekspor produk perhiasan Jawa Timur di pasar internasional datang dari Belgia, Israel, Inggris dan India untuk perhiasan batuan permata dan negara Italia, Tiongkok, Swiss dan Thailand untuk produk perhiasan logam mulia,” tutur Airlangga.