Indonesia-Jepang Lakukan Perjanjian Kerja Sama BSA

MONITOR, Jakarta- Bank Indonesia (BI) dan pemerintah Jepang menyepakati perjanjian amandemen kerja sama bilateral swap agreement (BSA) tahun ini. BSA sendiri merupakan kerja sama pertukaran mata uang atau swap rupiah dengan dolar Amerika Serikat (US$) antara Jepang dengan Indonesia yang mencapai US$22,76 miliar.

“Kerja sama BSA ini bertujuan menjaga stabilitas makroekonomi dan keuangan di kawasan, serta melengkapi jaring pengaman keuangan yang telah ada baik di tingkat regional maupun global,” ujar Kepala Departemen Internasional, Doddy Zulverdi di kantornya, Jakarta, Jumat (4/5).

Berikut 7 isi amandemen perjanjian kerja sama bilateral swap arragement :

1. Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan Jepang secara prinsip menyepakati rencana amandemen kerja sama bilateral swap arrangement(BSA) kedua negara.

2. Rencana amandemen BSA merupakan kelanjutan dari kerja sama BSA yang telah ada sebelumnya. Sebagai informasi, perjanjian kerja sama BSA pertama kali ditandatangani pada 17 Februari 2003 dan telah beberapa kali diamandemen dan diperpanjang.

3. Kesepakatan amandemen BSA ini merupakan penguatan atas BSA sebelumnya, terutama dari sisi fleksibiltas mata uang yang dapat digunakan.

“Dalam rencana amandemen BSA tersebut, Bank Indonesia dapat melakukan penarikan dalam yen sebagai tambahan fasilitas penarikan dalam USD yang telah tersedia dalam perjanjian kerja sama BSA yang berlaku saat ini.” ungkapnya.

4. Rencana amandemen BSA ini juga merupakan bagian dari upaya untuk mendorong penggunaan mata uang lokal di kawasan pada jangka menengah, termasuk penggunaan yen.

5. Penguatan BSA ini juga merupakan bentuk nyata upaya kontinu Bank Indonesia untuk memperkuat jaring pengaman keuangan internasional sebagai salah satu policy tools dalam menjaga dan memelihara stabilitas nilai tukar rupiah.

“Meski saat ini jumlah cadangan devisa Indonesia sekitar USD126 miliar (posisi per Maret 2018) masih di atas standar kecukupan internasional (sekitar 3 bulan impor), rencana penguatan BSA ini akan semakin memperkuat ruang gerak Bank lndonesia dalam menjaga stabilitas rupiah dan diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi terhadap stabilitas makroekonomi indonesia.” paparnya.

6. Amandemen kerja sama BSA ini menunjukkan semakin kuatnya kerja sama keuangan dan ekonomi kedua negara. Jepang merupakan negara tujuan ekspor utama bagi indonesia dengan rata-rata nilai ekspor selama 2010-2016 mencapai USD23,9 miliar (pangsa 14,2% dari total ekspor Indonesia).

7. Rencana amandemen ini juga menunjukkan komitmen kedua otoritas untuk menjaga stabilitas keuangan regional di tengah masih berlangsungnya ketidakpastian di pasar keuangan global.

Selain itu, amandemen ini juga merupakan upaya lintas negara dalam rangka memperkuat resiliensi ekonomi kawasan. Sebagimana diketahui, selain dengan lndonesia, Jepang melakukan penguatan BSA dengan negara lain, antara lain BSA Jepang dengan Filipina yang telah berlaku efektif sejak 6 Oktober 2017.